JurnalPatroliNews – Jakarta – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang menekankan pentingnya transformasi serta evaluasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter patriotik dan empatik.
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PAN, Verrell Bramasta, menilai ada satu aspek tambahan yang tak kalah penting dalam pembangunan karakter pemuda, yakni sikap suportif.
“Pemuda Indonesia harus punya karakter patriotik, empatik, sekaligus suportif,” ujar Verrell kepada awak media di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dengan jumlah pemuda-pemudi mencapai lebih dari 64 juta jiwa. Jika potensi itu dikelola dengan baik melalui pendekatan youth mainstreaming dan kekuatan kolektif generasi muda, maka akan menjadi modal besar bagi bangsa.
Namun, Verrell mengingatkan adanya dua budaya negatif yang justru bisa menghambat potensi pemuda, yaitu inferiority complex atau rendah diri, serta crab mentality alias sikap iri terhadap keberhasilan orang lain.
“Banyak talenta hebat di dunia olahraga maupun hiburan, tapi karena terbiasa minder, kita sibuk membandingkan dengan negara lain dan lupa menghargai potensi kita sendiri,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mencontohkan fenomena crab mentality yang sering terjadi di media sosial. Alih-alih memberikan dukungan, ada pemuda justru melaporkan akun rekannya yang berprestasi hingga akun tersebut hilang.
Bagi Verrell, hal ini menjadi paradoks generasi muda saat ini. Nilai-nilai ketimuran yang menjunjung ramah tamah dan gotong royong kerap hilang ketika memasuki ruang digital.
“Sayangnya, kita dikenal ramah di dunia nyata, tapi di media sosial justru terkenal paling julid. Sudah saatnya nilai ketimuran ditanamkan kembali dalam perilaku digital generasi muda,” pungkasnya.














