Percakapan Tertutup Cak Imin–Nusron, Sama-Sama Berharap Gejolak di NU Segera Reda

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, akhirnya menanggapi memanasnya dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah munculnya risalah Rapat Harian Syuriyah yang berisi permintaan agar Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mundur dari jabatannya.

Komentar tersebut ia sampaikan usai bertemu secara tertutup dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, di kantor Kemenko PM, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 24 November 2025.

Ketika ditanya apakah pertemuan mereka turut menyinggung ketegangan yang sedang berlangsung di PBNU, Muhaimin—yang akrab disapa Cak Imin—tidak membantah. Ia hanya menegaskan bahwa diskusi tersebut tidak untuk dipublikasikan.

“Setelah agenda resmi, kami ngobrol soal NU. Tapi apa saja yang dibahas, kami sepakat tetap jadi rahasia,” ucapnya, disambut sorakan para wartawan.

Nusron Wahid memberikan jawaban senada. Ia mengakui isu PBNU ikut masuk dalam percakapan, namun enggan merinci lebih jauh.
“Intinya, kami mendoakan agar badai ini cepat berlalu,” ujar Nusron sembari mencairkan suasana.

Ketegangan dalam tubuh PBNU belakangan memang menjadi sorotan publik setelah beredarnya dokumen Syuriyah tersebut. Baik Cak Imin maupun Nusron memilih tidak menambah polemik dan berharap situasi segera kembali stabil.