JurnalPatroliNews – Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan rasa senangnya setelah menerima undangan langsung untuk menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan yang dirangkai dengan pembukaan Rapat Kerja Nasional di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Rocky menilai pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, disampaikan dengan kejernihan pikiran dan ketulusan sikap, terutama saat menyinggung persoalan-persoalan global yang relevan bagi generasi masa depan.
Ia menyebut Megawati menyoroti tiga agenda utama yang patut dijaga oleh masyarakat dunia. Pertama, upaya menciptakan peradaban tanpa kekerasan. Kedua, kewajiban merawat bumi sebagai rumah bersama umat manusia. Ketiga, pentingnya membangun kembali rasa solidaritas antar sesama manusia.
Menurut Rocky, suasana batin Presiden ke-5 Republik Indonesia itu terlihat bersih dan tulus, sesuatu yang ia rasakan dari gestur serta sikap Megawati menjelang akhir acara.
Ia menggambarkan bahwa kejernihan batin tersebut membuat Megawati mampu mengungkapkan hal-hal yang selama ini dirasakan publik namun sulit disuarakan secara terbuka.
Rocky juga berpandangan bahwa Megawati memahami dinamika politik, tetapi tidak menjadikannya sebagai fokus utama. Sebaliknya, ia menilai Megawati lebih menekankan pentingnya tata dunia internasional yang adil, yang saat ini dinilai mengalami kerusakan akibat dominasi kekuatan besar.
Ia menyinggung kritik Megawati terhadap arogansi negara adidaya, termasuk kebijakan Amerika Serikat di bawah Donald Trump yang melakukan invasi militer dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, serta dampak kerusakan lingkungan akibat praktik kapitalisme global dan nasional yang berorientasi pada eksploitasi.
“Itulah substansi utama yang disampaikan Ibu Megawati dalam pidato pembukaan Rakernas dan peringatan HUT PDIP. Karena itu, saya merasa senang bisa hadir dan mendengar pandangan yang lugas, jujur, dan berani,” tutup Rocky.













