JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan bahwa awal tahun 2026 menjadi periode strategis bagi industri pariwisata nasional. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memaksimalkan lonjakan kunjungan wisatawan pada kuartal pertama sekaligus mempercepat solusi persoalan sampah di Bali demi menjaga daya saing destinasi unggulan Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Gibran saat menghadiri pertemuan silaturahmi bersama pelaku usaha pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Bali, Jumat (13/2/2026).
Agenda ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, dengan penekanan pada kualitas destinasi, kebersihan lingkungan, serta keberlanjutan ekosistem wisata.
Dalam dialog terbuka, Wapres mengingatkan bahwa periode awal tahun sarat dengan momen libur panjang yang mendorong mobilitas masyarakat secara signifikan. Kondisi ini, menurutnya, harus dimanfaatkan secara optimal agar berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah.
“Kuartal pertama ini krusial. Ada libur Natal dan Tahun Baru, disusul Imlek, kemudian Lebaran, dan setelah itu libur sekolah di pertengahan tahun. Semua ini harus benar-benar dikelola dengan baik,” ujar Gibran.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri agar peningkatan arus wisatawan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian lokal maupun nasional.
Selain soal kunjungan wisata, Gibran juga menyoroti penanganan sampah di Bali sebagai tantangan serius yang berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan pariwisata. Ia menyebut program pengolahan sampah berbasis energi (waste to energy) tengah diproses melalui Danantara dan masuk dalam agenda prioritas pemerintah.
“Ini komitmen kita bersama untuk menuntaskan persoalan sampah. Dari hulu hingga hilir harus dikawal ketat. Budaya memilah sampah sejak dari rumah juga perlu terus didorong,” ujarnya.
Menurut Wapres, persoalan sampah tidak bisa ditunda dan memerlukan langkah cepat serta koordinasi lintas sektor. Ia bahkan menargetkan pembahasan lanjutan dilakukan dalam waktu dekat mengingat urgensinya terhadap citra pariwisata Bali.
“Sampah ini sangat mendesak. Minggu depan harus segera dirapatkan dan dirumuskan solusinya. Kuartal pertama ini terlalu penting untuk dilewatkan,” tegasnya.
Melalui silaturahmi tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga Bali tetap menjadi destinasi unggulan yang bersih, berkualitas, dan berkelanjutan, seiring meningkatnya pergerakan wisatawan dan penguatan sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi nasional.














