JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Israel (IDF) kembali melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke ibu kota Iran, Teheran, pada Senin (9/3) malam hingga Selasa dini hari.
Dalam pernyataan resminya, pihak IDF menegaskan bahwa operasi militer ini merupakan gelombang kedua dalam satu hari yang sama dengan target-target yang mereka sebut sebagai pusat aktivitas teror.
“Untuk kedua kalinya hari ini: IDF telah memulai gelombang serangan besar-besaran di Teheran, terhadap target teror,” bunyi pernyataan resmi militer Israel, Selasa (10/3).
Ledakan Dahsyat Guncang Ibu Kota
Laporan dari jurnalis AFP di lokasi menggambarkan suasana mencekam di Teheran tepat setelah tengah malam waktu setempat.
Rentetan ledakan dahsyat terdengar memekakkan telinga di berbagai penjuru kota, dibarengi dengan suara deru pesawat tempur yang melintasi langit ibu kota Iran.
Getaran akibat ledakan tersebut dilaporkan terasa hingga radius beberapa kilometer dari pusat titik serangan.
Tak lama setelah ledakan pertama, jurnalis di lapangan juga melaporkan adanya rangkaian ledakan susulan yang menghantam bagian timur kota.
Target Serangan Belum Teridentifikasi
Hingga saat ini, otoritas Iran maupun pihak Israel belum memberikan rincian spesifik mengenai fasilitas atau infrastruktur apa yang menjadi sasaran utama dalam serangan gelombang kedua ini.
Situasi di lapangan masih sangat dinamis, dengan kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut.
Tim medis dan pertahanan sipil di Teheran dilaporkan tengah bersiaga penuh di tengah ancaman serangan lanjutan yang mungkin terjadi.














