Wawancara Presiden dengan Jurnalis Dinilai Jadi Ruang Dengar Aspirasi Publik


JurnalPatroliNews – JAKARTA — Langkah Presiden Prabowo Subianto menggelar wawancara bersama sejumlah jurnalis dinilai sebagai upaya positif dalam membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai forum tersebut memungkinkan Presiden mendengar langsung berbagai pertanyaan yang pada dasarnya merepresentasikan aspirasi publik.

“Bagus juga wawancara dengan para jurnalis itu. Presiden kan akhirnya bisa mendengarkan pertanyaan dari rakyat yang diwakili dari yang dia undang,” ujar Hendri, Minggu (22/3/2026).

Hendri, yang akrab disapa Hensat, menambahkan bahwa apabila dalam forum tersebut terlihat gestur Presiden yang kurang nyaman, hal itu merupakan hal yang wajar. Menurutnya, isu-isu yang dibahas dalam wawancara tersebut merupakan persoalan penting yang tengah menjadi perhatian masyarakat luas.

“Kalau kemudian terlihat gestur tidak nyaman ya wajar saja,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan tujuan dari forum tersebut, apakah lebih difokuskan untuk menyerap aspirasi masyarakat atau sebagai sarana penyampaian program pemerintah kepada pihak yang diundang.

Meski demikian, Hendri menegaskan bahwa terlepas dari dinamika yang muncul, inisiatif tersebut tetap memiliki nilai positif dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan publik.

“Jadi kembali ke tujuan awalnya, Presiden mengundang untuk mendengar masukan dari rakyat atau ingin yang diundang mendengar programnya. Tapi apa pun itu, menurut saya itu tujuan positif,” tandasnya.