Sambut USS Gerald R. Ford, Menhan AS Pete Hegseth: Kalian Menjaga Garis Pertahanan Negara

JurnalPatroliNews – Jakarta -Kapal induk terbesar dan tercanggih milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Gerald R. Ford, akhirnya resmi kembali dan bersandar di pangkalan utamanya di Norfolk, Virginia, pada Sabtu (16/5).

Kepulangan armada tempur raksasa ini menandai berakhirnya masa penugasan panjang selama 326 hari di berbagai belahan kawasan konflik dunia.

Catatan durasi penugasan tersebut sekaligus menempatkan misi kali ini sebagai deployment atau masa operasional terlama bagi kelompok tempur kapal induk Amerika Serikat sejak berakhirnya era Perang Vietnam silam.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, terlihat turut hadir secara langsung di Naval Station Norfolk guna menyambut kepulangan ribuan prajurit dan awak kapal induk tersebut.

Melansir laporan dari AFP, Hegseth menyampaikan apresiasi yang tinggi dan menyatakan bahwa selama hampir satu tahun penuh, seluruh kru USS Gerald R. Ford telah sukses menjaga garis pertahanan utama bagi negara.

Rantai Misi Multi-Kawasan yang Bersejarah Berdasarkan catatan kronologi perjalanannya, USS Gerald R. Ford awalnya bertolak dari pangkalan pada Juni 2025 dengan tujuan awal menjalankan misi patroli rutin di kawasan perairan Eropa.

Namun, dinamika geopolitik global membuat kapal induk ini harus dialihkan ke perairan Karibia demi mendukung operasi militer anti-penyelundupan narkoba, serta menyokong operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Tidak berhenti di situ, eskalasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah membuat Pentagon kembali menggeser posisi kapal induk ini.

USS Gerald R. Ford dikirim ke wilayah tersebut guna memperkuat sekaligus mendukung penuh rantai operasi militer Amerika Serikat dalam konfrontasi perang melawan kekuatan Iran.

Rentetan Insiden Teknis di Tengah Lautan Kendati misi di bawah bendera Pentagon ini diklaim berjalan dengan sukses dan bersejarah, USS Gerald R. Ford tidak luput dari sejumlah kendala serta insiden teknis internal selama hampir 11 bulan berada di lautan lepas.

Pada Maret lalu, sebuah insiden kebakaran dilaporkan sempat pecah di dalam ruang fasilitas laundry atau pencucian baju kapal.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang pelaut mengalami luka-luka serta menimbulkan kerusakan fisik pada sekitar 100 fasilitas tempat tidur awak kapal.

Selain masalah kebakaran, kapal induk mutakhir yang memiliki nilai investasi pembuatan fantastis sebesar USD 13 miliar ini juga dilaporkan sempat mengalami kendala teknis pada sistem pembuangan toiletnya selama beroperasi di laut.

Meski diwarnai berbagai tantangan teknis, Departemen Pertahanan AS tetap memuji performa kelompok tempur ini.

Struktur kelompok tempur kapal induk USS Gerald R. Ford sendiri diperkuat oleh lebih dari 4.500 personel militer yang tangguh, di mana mereka terbukti mampu mengamankan berbagai wilayah operasi penting, mulai dari kawasan Laut Mediterania, perairan Karibia, hingga titik panas di Timur Tengah.