Indomobil Expo Bandung Usung Konsep “EVperience”, Dorong Adopsi Kendaraan Listrik


JurnalPatroliNews – BANDUNG — Indomobil Group terus memperkuat penetrasi pasar kendaraan listrik nasional melalui gelaran Indomobil Expo di Kota Bandung, Jawa Barat, yang berlangsung pada 23-31 Mei 2026 dengan mengusung konsep “EVperience”.

Bandung dipilih sebagai salah satu kota strategis dalam perjalanan elektrifikasi kendaraan karena dinilai memiliki karakter masyarakat yang dinamis, kreatif, dan cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi baru.

Selain itu, kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Jawa Barat juga dinilai semakin mendukung percepatan adopsi kendaraan berbasis baterai.

Berdasarkan data PLN hingga akhir 2025, tercatat lebih dari 300 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.

Khusus kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat, saat ini tersedia 27 SPKLU, termasuk SPKLU Center PLN di kawasan Soekarno-Hatta yang telah dilengkapi fasilitas fast charging.

CEO Indomobil Dealership Group, Santiko Wardoyo, mengatakan ajang tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh terkait mobilitas listrik kepada masyarakat.

“Indomobil Expo Bandung menjadi upaya kami menyuguhkan pengalaman mobilitas listrik yang menyeluruh, mudah dipahami, sekaligus relevan dengan kebutuhan warga saat ini,” ujar Santiko, dikutip Minggu, 24 Mei 2026.

Dalam pameran tersebut, Indomobil menghadirkan berbagai merek kendaraan listrik unggulan, mulai dari Changan, Citroën, GAC AION, Maxus, Volkswagen, hingga lini kendaraan roda dua Indomobil eMotor.

Sejumlah model kendaraan listrik terbaru turut dipamerkan, antara lain AION V, AION UT, Hyptec HT, Changan Lumin, Changan Deepal S07, Citroën eC3, Maxus MIFA 9, Maxus MIFA 7, hingga Volkswagen ID. Buzz.

Tak hanya menampilkan produk, pengunjung juga diberikan kesempatan mencoba langsung performa kendaraan listrik melalui sesi test drive dan test ride yang disediakan selama pameran berlangsung.

Untuk mendorong minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik, berbagai program pembiayaan juga ditawarkan, mulai dari uang muka ringan 10 persen, bunga nol persen dengan tenor hingga lima tahun, cicilan sampai tujuh tahun, hingga program lucky dip.

“Kami juga memperkuat komitmen lewat dukungan jaringan dealer serta layanan purna jual yang telah tersebar di Jawa Barat termasuk Bandung. Ini penting untuk memastikan pengalaman kepemilikan jangka panjang yang aman dan andal,” kata Santiko.

Menurutnya, transisi menuju era kendaraan listrik tidak hanya soal penjualan produk, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukung secara menyeluruh.

“Harapannya semakin banyak masyarakat yang mantap memilih kendaraan listrik sebagai modal mobilitas sehari-hari, setelah melihat langsung berbagai kemudahan yang kini sudah tersedia,” pungkasnya.