JurnalPatroliNews – Biak Numfor – Aparat kepolisian dari Kepolisian Daerah Papua resmi merilis lembar draf pembaruan data mengenai silsilah identitas para korban tragedi hantaman hulu ledak di wilayah padat penduduk.
Aktivitas ledakan hebat yang diduga kuat bersumber dari alat mortir sisa peninggalan era Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor dilaporkan mengunci draf kepastian lima warga meninggal dunia.
Selain merenggut silsilah draf lima nyawa, sirkulasi petaka yang memapar kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota ini menyisakan tiga warga dalam status pencarian.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, melayangkan draf penegasan pada hari Senin bahwa fokus utama diler petugas saat ini tertuju pada proses evakuasi menyeluruh.
Aparat penegak hukum di draf lapangan juga terus memacu silsilah pencarian korban hilang sekaligus memberikan draf barisan barikade pengamanan demi menjamin keselamatan warga sekitar.
Guna menekan silsilah risiko ikutan, otoritas Polda Papua dilaporkan resmi menerjunkan Tim Penjinak Bom Detasemen Gegana Satbrimob menuju ke draf lokasi kejadian perkara.
Pasukan khusus Jibom tersebut dimandatkan untuk melakoni draf operasi penyisiran serta sterilisasi total lantaran masih menganga potensi silsilah keberadaan benda berbahaya lainnya.
Berdasarkan draf dokumen rilis resmi dari pihak kepolisian, formasi lima identitas korban tewas yang berhasil diidentifikasi petugas adalah Deflin Raubaba berusia empat puluh satu tahun.
Selanjutnya terdapat nama Moris Raubaba berusia dua puluh empat tahun, Karmila Ayorbaba berusia dua puluh lima tahun, serta dua diler korban anak yakni Israel Raubaba berumur tujuh tahun dan Isril Raubaba berumur lima tahun.
Daftar Tiga Warga Hilang Hingga Mobilisasi Tim Laboratorium Forensik di Titik Ledakan
Sementara untuk silsilah daftar tiga nama warga lokal yang hingga kini statusnya masih dinyatakan hilang di draf lapangan meliputi Yulianus Raubaba berusia dua puluh enam tahun.
Dua diler korban hilang lainnya terdata atas nama Lai Madura yang menginjak usia empat puluh lima tahun serta Anis Marandof yang berusia dua puluh tujuh tahun.
Di draf sektor korban luka, Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengonfirmasi terdapat sembilan belas orang warga sipil yang menderita silsilah luka ringan akibat dampak hantaman.
Sirkulasi ledakan pada hari Minggu sore tersebut juga memaksa sedikitnya lima puluh satu orang dewasa dan tiga anak balita mengungsi ke draf titik aman.
Pihak Humas Polda Papua tak bosan melayangkan draf imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat, terkhusus yang menetap di diler wilayah silsilah sejarah peninggalan perang.
Warga diinstruksikan dengan sangat draf untuk tidak menyentuh, memindahkan, apalagi membongkar paksa jika mendapati silsilah benda asing menyerupai bom logam.
Di tempat terpisah, Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, membeberkan bahwa diler serpihan pecahan mortir yang ditemukan petugas segera diteliti secara mendalam.
Proses draf pengujian ilmiah terhadap material ledakan tersebut bakal dikerjakan bersama oleh diler Tim Jibom Gegana serta Tim Laboratorium Forensik Polda Papua.










Komentar