JurnalPatroliNews – Deiyai – Prajurit TNI Angkatan Laut dari Satuan Yonif 2 Marinir bersama personel Kodim 1703/Deiyai bersinergi melakukan pengamanan sekaligus perbaikan infrastruktur di wilayah pedalaman Papua.
Kerja sama taktis ini difokuskan pada pemulihan jembatan penghubung vital yang mengoneksikan kawasan Kampung Okumetadi dan Kampung Okumekebo, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.
Jembatan yang menjadi urat nadi transportasi antarkampung tersebut rencananya akan diresmikan secara formal dengan nama Jembatan Garuda pada Kamis (11/6/2026).
Agenda ini merupakan bagian dari komitmen operasional Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Koops Habema Tahun 2026 dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah tertinggal.
Selain menjamin faktor keamanan selama proses konstruksi berlangsung, para prajurit Korps Baret Ungu dan satuan teritorial turun langsung membantu perbaikan struktur jembatan.
Langkah akselerasi ini diambil agar fasilitas penyeberangan tersebut dapat segera dimanfaatkan secara aman oleh seluruh lapisan masyarakat setempat.
Akses Vital Kesehatan, Pendidikan, dan Urat Nadi Ekonomi
Komandan Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 2 Marinir, Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E., menyatakan bahwa Jembatan Garuda memiliki nilai strategis yang tinggi.
Keberadaan infrastruktur ini diproyeksikan mampu mempermudah anak-anak menuju sekolah, mempercepat pelayanan kesehatan, hingga menghidupkan roda perekonomian warga.
“Pembangunan dan perbaikan jembatan ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono.
Ia juga berharap keberadaan Jembatan Garuda dapat mempererat tali persaudaraan sekaligus memperlancar jalur logistik harian warga di kedua kampung tersebut.
Dengan mengusung semangat gotong royong, para personel militer dan warga lokal saling bahu-membahu menuntaskan pengerjaan detail jembatan di lapangan.
Inisiatif teritorial ini mendapatkan apresiasi dan sambutan hangat dari tokoh serta warga masyarakat yang telah lama mendambakan fasilitas penyeberangan yang layak.
Melalui rampungnya proyek ini, Koops Habema kembali membuktikan bahwa peran TNI di tanah Papua tidak hanya terbatas pada penjagaan kedaulatan dan stabilitas keamanan wilayah.
Korps militer berkomitmen penuh untuk terus mengawal peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat di pelosok Papua Tengah secara berkelanjutan.















Komentar