JurnalPatroliNews | Tangerang — Perjalanan terakhir Surakman, korban kapal Aruphadatu 1 yang mengalami hilang kontak di perairan Selat Sunda, berakhir di tanah kelahirannya di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Jenazah Surakman tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 07.40 WIB. Dari bandara, jenazah kemudian dikawal menuju Kecamatan Carita untuk diserahkan kepada pihak keluarga sebelum dimakamkan.
Proses pemulangan hingga pemakaman mendapat pendampingan dari Polda Banten bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol dr. I Gusti Gede Dharma Arimbawa, Bupati Pandeglang R. Dewi Setiani dan Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono turut hadir dalam rangkaian proses tersebut.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, setelah tiba di Soekarno-Hatta, dilakukan serah terima jenazah dari Polda Bengkulu kepada Polda Banten.
“Jenazah kemudian dibawa menuju wilayah Carita, Kabupaten Pandeglang untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Maruli.
Disalatkan Sebelum Dimakamkan
Setibanya di Carita, jenazah Surakman dibawa ke Masjid Al-Khusaeni, Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita.
Di masjid tersebut, jenazah disalatkan sebelum proses pemakaman dilanjutkan.
Rangkaian pemulangan kemudian memasuki tahap penyerahan resmi kepada pihak keluarga. Pada pukul 11.14 WIB, berita acara serah terima jenazah ditandatangani sebagai bagian dari proses administrasi.
“Pada pukul 11.14 WIB dilaksanakan penandatanganan berita acara serah terima jenazah dari kami kepada keluarga korban,” ujar Maruli.
Setelah diserahkan kepada keluarga, jenazah Surakman kemudian diberangkatkan menuju tempat pemakaman umum.
Dimakamkan di TPU Ki Demang
Rombongan membawa jenazah menuju TPU Ki Demang, yang berada di Jalan Raya Carita-Labuan, Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Di tempat tersebut, Surakman dimakamkan dan disemayamkan untuk terakhir kalinya.
Bagi keluarga, kepulangan jenazah menjadi bagian penting dari proses menghadapi duka setelah kabar mengenai musibah yang menimpa kapal Aruphadatu 1.
Pendampingan kepolisian bersama pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pemulangan berjalan tertib hingga jenazah tiba di lingkungan keluarga dan tempat pemakaman.
Polda Banten Sampaikan Belasungkawa
Polda Banten turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Surakman.
Maruli berharap almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk menghadapi masa duka.
“Kami mendoakan agar almarhum Surakman mendapatkan tempat terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan,” tuturnya.
Pemulangan dan pemakaman Surakman menjadi bagian dari penanganan korban musibah Aruphadatu 1 yang melibatkan koordinasi antarinstansi dan lintas wilayah.















Komentar