Jurnalpatrolinews - Samarinda, Kondisi remaja saat ini bukan tanpa tantangan, masih ada permasalahan yang mengancam remaja terutama kesehatan reproduksi dan gizi yang akan berdampak pada kualitasnya sebagai aktor pembangunan dan kesiapannya dalam membangun keluarga.

Merespon kondisi tersebut, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggelar Forum Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Kelompok Remaja dan Kelompok Sebaya Di Luar Sekolah, berlangsung di Aula Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Selasa (14/5/2019).

Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad melalui Kabid PPKB Sihabudin, dalam sambutannya mengatakan berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia tahun 2000-2025, BPS, Bappenas 2005 bahwa remaja usia 10-24 tahun merupakan kelompok penduduk yang sangat besar jumlahnya, yaitu sekitar 64 juta jiwa atau 28,6% dari 222 juta jiwa penduduk Indonesia.

“Jumlah yang besar tersebut adalah potensi sekaligus tantangan. Jika dihubungkan dengan Bonus Demografi yang puncaknya akan terjadi antara tahun 2028-2031, remaja saat ini adalah penduduk usia produktif. Artinya mereka adalah calon pelaku pembangunan saat mereka memasuki Bonus Demografi,” ujarnya.

Sihab menambahkan, masalah yang tidak kalah penting yakni pernikahan usia anak. Data DKB Kmendagri per 31 Desember 2018  menunjukkan jumlah anak usia 17 tahun ke bawah yang sudah menikah di Kaltim adalah laki-laki 19 orang dan perempuan 212 orang.

Sehingga berbagai upaya digaungkan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi. Untuk pembinaan ketahanan remaja dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja dan orang tua yang memiliki remaja. Pendekatan pada remaja dilaksanakan dengan mencetak pendidik sebaya dan konselor sebaya yang ditempatkan di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), di jalur pendidikan baik sekolah, perguruan tinggi dan pesantren.  Sedangkan pendekatan kepada orang tua yang memiliki remaja (parenting) dilaksanakan melalui pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR).

Ia berharap dengan kegiatan ini remaja dan kelompok sebaya memahami pentingnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, ketahanan remaja dan persiapan perencanaan berkeluarga bagi remaja putra/putri sebagai calon orang tua. “Sehingga remaja dapat membentengi diri terhadap permasalahan seputar kehidupan remaja itu sendiri, selain itu remaja juga bisa menjadi penyebar informasi positif kepada kelompok sebaya,” imbuhnya.

Kegiatan ini diikuti sebayaj 100 peserta terdiri dari PIK Mahasiswa UWGM Samarinda, PIK mahasiswa Unmul Samarinda, PIK mahasisiwa Untag Samarinda, PIK mahasswa UMKT, PIK mahasisiwa IAIN Samarinda, PIK mahasiswa Akbid Mahakam Samarinda, perwakilan PLKB, dan PIK remaja jalur masyarakat. Sedagkan narasumber  pada kegiatan ini yaitu Kasubdit Bina Ketahanan Remaja Perwakilan BKKBN Kaltim Sitti Mayasari Hamzah, Analis Kesehatan Ibu Dinas Kesehatan Kaltim dr. Ika Gladies Syaferani dan Psikolog Yayasan Sinar Talenta Samarinda Widarwati.  (DKP3AKaltim/rdg)

 


KOMENTAR