Rabu, 29 Mei 2019 10:45 WIB

BELA NEGARA

Dukung Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Peningkatan Kewirausahaan Perempuan

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Dukung Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Peningkatan Kewirausahaan Perempuan Foto : Ist

Jurnalpatrolinews - Bontang,  Pemberdayaan ekonomi rakyat sepatutnya berawal dari lingkungan keluarga, yaitu membangun keluarga mandiri dan sejahtera melalui pemberdyaan ekonomi keluarga, sehingga menjadi cerminan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan negara. Dengan kemampuan ekonomi yang kuat, pasti akan memberikan dukungan yang kuat pula terhadap kemampuan ekonomi masyarakat dan negara. Artinya kemampuan ekonomi keluarga menjadi tolok ukur seberapa besar keluarga tersebut mampu menopang ekonomi  masyarakat, bangsa dan negara agar dapat hidup mandiri dan sejahtera, seperti pernyataan dari PBB bahwa suatu Negara dikatakan maju apabila memiliki wirausahawan sebanyak 2 % dari jumlah penduduknya.  

Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad melalui Plt Kepala Dinas PPKB Kota Bontang Abdul Safa Muha, mengatakan Provinsi Kaltim yang terdiri dari 10 Kabupaten/Kota,  jumlah penduduk pada tahun 2017 sebesar 3.575.559 jiwa dengan rincian laki-laki sebanyak 1.874.805  jiwa dan perempuan sebanyak  1.700.644 jiwa. Seiring dengan perkembangan pertumbuhan ekonomi, menurut data dari Disperindagkop & UMKM Kaltim, jumlah pelaku wirausaha baru sebanyak 8.089 orang.  

“Sehingga masih perlu di dorong untuk pertumbuhan wirausaha baru, hal ini seiring dengan program Pemprov Kaltim untuk pertumbuhan wirausaha baru selama 5 tahun sebanyak 10.000 wirausaha baru sampai dengan tahun 2018,” ujarnya. 

Ia melanjutkan, beberapa tantangan dalam program pemberdayaan UMKM adalah Masih rendahnya minat masyarakat untuk berwirauaha, lemahnya daya saing produk UMKM, belum optimalnya akses pembiayaan, dan pelaku UMKM belum terbiasa dengan IT.

Sebagai upaya peningkatan kewirausahaan perempuan, pemerintah daerah melakukan  beberapa hal antara lain, melakukan sosialisasi, workshop tentang kewirausahaan dan gerakan kewirausahaan, menggelar diklat dan pendampingan peningkatan kualitas produk UMKM, sosialisasi dan pendampingan akses pembiayaan, serta bimtek dan pendampingan penggunakan IT.

Langkah nyata yang dilakukan DKP3A Kaltim yakni dengan menggelar Peningkatan Kewirausahaan Perempuan yang diikuti perempuan kepala keluarga sebanyak 50 peserta, berlangsung di Kelurahan Bontang, Kamis (16/5/2019). Kegiatan ini diisi dengan materi kebijakan dan peran daerah dalam mendukung wirausaha perempuan di Kota Bontang, kebijakan Pemprov Kaltim dalam peningkatan produktivitas ekonomi perempuan (PPEP) melalui industri rumahan serta praktek membuat aksesoris dari manik-manik dan bahan perca khas Kaltim.

“Karena peningkatan kewirausahaan perempuan merupakan langkah penting dalam pemberdayaan ekonomi rakyat khususnya pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, melalui pembinaan kewirausahaan perempuan ini diharapkan dapat mendukung ekonomi keluarga yang berdampak pada penanggulangan kemiskinan,” imbuhnya.

Selain itu, dengan kegiatan ini dapat menumbuhkan pelaku wirausaha baru khususnya perempuan, menambah keterampilan tentang berwirausaha dan cara memulai usaha serta mempersiapkan pelaku usaha dalam menghadapi persaingan usaha. Kegiatan serupa juga berlangsung di Kantor Dinas PPPA Kabupaten Kutai Timur Bukit Pelangi Sangatta, Rabu (15/5/2019). (DKP3AKaltim/rdg)


KOMENTAR