Minggu, 09 Desember 2018 10:17 WIB

BELA NEGARA

Menhan: FKPPI Menjadi Garda Terdepan dan Duta Bela Negara

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Menhan: FKPPI Menjadi Garda Terdepan dan Duta Bela Negara Foto : Ist

Jurnalpatrolinews - Jakarta -- Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu memberikan pembekalan kepada 1.200 peserta Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar FKPPI yang bertema “Konsensus Berbangsa dan Bernegara”, Sabtu (8/12) di Bumi Perkemahan Ragunan. Jakarta Selatan.

Menhan mengatakan sebagai anggota FKPPI sekaligus kader-kader pemimpin nasional kedepan, bahwa atribut yang kalian kenakan terdapat simbol-simbol patriotisme, dan di dada kalian terpatri sebagai keluarga besar patriot bangsa. “Jadilah duta bela negara dan menjadi garda terdepan untuk menjaga kemurnian Pancasila dalam berbangsa dan bernegara”, ujar Menhan.

Anggota FKPPI merupakan generasi muda Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia yang lahir dari patriot-patriot bangsa Indonesia, serta sebagai pewaris utama kemurnian nilai-nilai Pancasila yang harus memiliki wawasan kebangsaan, berkarakter, etika moral budaya dan rasa kebangsaan.

Inisiatif tersebut merupakan wujud tanggung jawab bersama, sehingga menghasilkan suatu kesepakatan bahwa Pembinaan Kesadaran Bela Negara sangatlah penting bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Masalah bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pembina Sumber Daya Manusia, baik Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah, serta komponen bangsa lainnya”, jelas Menhan.

Oleh karena itu, para peseta harus menyadari fungsinya sebagai generasi penerus yang berkewajiban untuk melanjutkan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Didalam darah anggota FKPPI telah mengalir DNA pejuang sejati pendiri Republik Indonesia tercinta, diteruskan tongkat estafet yang berisi amanah untuk mempertahankan tetap utuh dan tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Lebih lanjut Menhan menegaskan, “Jikalau kalian tidak melaksanakan bela negara dan tidak membela Pancasila serta UUD 1945, maka kalian telah menjadi pengkhianat kepada bangsa dan pengkhianat bagi orang tua dan pendahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini dengan tetesan darah, keringat dan air mata”, tegas Menhan.

Lebih lanjut Menhan mengatakan, “Penguatan kesadaran bela negara dimulai sejak usia dini hingga perguruan tinggi, sehingga anak-anak dan generasi muda yang belum terpengaruh akan semakin dikuatkan agar tidak mudah dipengaruhi oleh idiologi radikal”, ujarnya.

Dengan adanya Jambore Kebangsaan Bela Negara, “Dapat membangun karakter bangsa Indonesia yang disiplin, optimisme, taat hukum, bekerja keras untuk negara dan bangsa, melaksanakan perintah Tuhan sesuai agamanya masing-masing, kerja keras dan kepemimpinan didalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara”, jelas Menhan.

Menhan berharap melalui kegiatan Jambore Kebangsaan Bela Negara dapat menghasilkan sumbangan pemikiran maupun konsep mendasar untuk meningkatkan kiprah organisasi dalam memberikan kontribusi yang positif terhadap negara dan bangsa serta masyarakat luas. (Rdk)


KOMENTAR