Rabu, 12 Juni 2019 16:32 WIB

BELA NEGARA

Menhan Ryamizard: Tim Mawar Sudah Selesai, Jangan Bawa Luka Lama

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Menhan Ryamizard: Tim Mawar Sudah Selesai, Jangan Bawa Luka Lama Foto : Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

JurnalPatroliNews JAKARTA - Mantan Komandan Tim Mawar, Mayjen TNI (Purn) Chairawan kembali mendatangi Bareskrim Mabes Polri guna melaporkan Majalah Tempo berjudul ‘Tim Mawar dan Rusuh Sarinah’.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, jika Tim Mawar sudah beberapa puluh tahun lalu aktif dan saat ini sudah selesai. Oleh karena itu, ia meminta kepada sejumlah pejabat maupun media jangan membawa luka lama untuk muncul dipermukaan.

"Sudah saya bilang Tim Mawar itu sudah berapa puluh tahun, sudah selesai. Ini luka lama jangan dibawa-bawa lagi, sudah baik itu, jadi selesai," tegas Ryamizard kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).

Namun, ia pun menegaskan jika Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang aktif tidak ada yang terlibat dalam kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 lalu.

"Tapi yang namanya Kopassus aktif, enggak ada yang gitu-gituan. Saya sudah tanya satu-satu, enggak ada itu. Bagus berarti," tuturnya.

Menhan Ryamizard menuturkan jika ditemukan dugaan keterlibatan eks Tim Mawar dalam rusuh 22 Mei dia meminta ditanyakan kepada polisi. "Polisi bisa mengusut." Dia juga menyatakan jika ada dugaan keterlibatan mantan prajurit TNI itu pun tak ada urusannya dengan TNI.

"TNI tidak ada urusannya dengan Tim (Mawar) itu. Walaupun itu dulu (bagian dari) TNI. Karena TNI sekarang lain. Jangan dikait-kaitkan, tidak baik," tuturnya.

Hasil liputan Majalah Tempo menemukan dugaan keterlibatan eks anggota Tim Mawar, yang berada di balik penculikan aktivis pada 1998, dalam unjuk rasa mendukung Capres Prabowo Subianto pada 22 Mei 2019 yang berujung kerusuhan di sekitar Kantor Bawaslu RI, Jakarta. Polri juga tengah mengusut kasus aktor di belakang kerusuhan.

Ryamizard mengatakan dirinya tak mau lagi membahas masalah Tim Mawar. Dia meminta masalah politik praktis disudahi. Dia berpendapat saat ini yang lebih penting adalah membahas masalah politik negara. "Politik negara itu apa? Itu soal bagaimana Negara Kesatuan republik Indonesia dengan dasarnya Pancasila tetap utuh. Itulah politik negara." (dai)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028