Rabu, 24 Oktober 2018 11:27 WIB

BELA NEGARA

Sekjen Kemhan Berikan Keynote Speech Pada Acara Seminar Nasional Pasis Seskoau Angkatan Ke-55 TP. 2018

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Sekjen Kemhan Berikan Keynote Speech Pada Acara Seminar Nasional Pasis Seskoau Angkatan Ke-55 TP. 2018 Foto : Ist

Jurnalpatrolinews - Lembang -- Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja memberikan Keynote Speech pada acara Seminar Nasional Perwira Siswa Sesko AU Angkatan ke-55 TP.2018, Selasa (23/10) di Aula Sesko AU Lembang Bandung.

Sekjen Kemhan dalam Keynote Speech kali ini menyampaikan paparan mengenai “Pembangunan Network Centric Operation Untuk Mendukung Program Poros Maritim Dunia”. Teriring harapan semoga dapat memberikan sedikit gambaran tentang pembangunan Network Centric Operation sebagai bagian dari pembangunan postur pertahanan negara untuk mendukung strategi Poros Maritim Dunia yang dicanangkan Pemerintah sehingga dapat memancing diskusi dan pembahasan yang lebih mendalam dalam kegiatan seminar ini.

Lebih lanjut Sekjen menyampaikan bahwa Pemerintah Kabinet Kerja di awal masa tugasnya telah memasukan Poros Maritim Dunia sebagai salah satu strategi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Strategi Poros Maritim Dunia tersebut dijalankan dalam rangka mewujudkan salah satu dari tujuh misi pembangunan nasional yang ditetapkan dalam RPJMN tersebut, yaitu mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional.

Strategi ini dilandasi oleh pemikiran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa maritim yang hidup di negara kepulauan terbesar di dunia, dimana dua pertiga wilayahnya adalah lautan dan berlimpahnya kekayaan sumber daya laut serta letak geografis yang strategis sebagai modal potensial untuk menjadi negara maritim yang kuat di kawasan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Sekjen juga menyampaikan bahwa strategi poros maritim dunia menuntut adanya pergeseran paradigma pertahanan ke arah outward looking dan pembangunan postur TNI yang tidak sekedar mampu melindungi wilayah teritorial dan yurisdiksi nasional saja, namun juga mampu menjangkau kawasan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

“Untuk itu sudah sepatutnya dilakukan menyesuaikan anatomi postur pertahanan negara menjadi kekuatan modern yang disamping berbasis teknologi terrestrial juga mengandalkan teknologi keantariksaan dengan di dominasi alutsista berkemampuan Network Centric Operation atau Network Centric Warfare” Ungkap Sekjen diakhir acaranya. (Rdk)


KOMENTAR