Sabtu, 08 Desember 2018 13:22 WIB

BELA NEGARA

Sekjen Kemhan RI Memimpin Pembukaan Rakor Penentu Kebijakan, Pengguna Dan Prosedur Bidang Alpalhankam TA.2018

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Sekjen Kemhan RI Memimpin Pembukaan Rakor Penentu Kebijakan, Pengguna Dan Prosedur Bidang Alpalhankam TA.2018 Foto : Ist

Jurnalpatrolinews - Jakarta -– Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja memimpin pembukaan rakor penentu kebijakan, pengguna dan prosedur bidang Alpalhankam TA.2018, Kamis (6/12) di Gedung Pierre Tendean Lt.8 Kemhan RI Jakarta.

Sekjen Kemhan RI dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang di Kementerian Pertahanan kepada undangan dan peserta rakor sekalian. Semoga kegiatan yang kita laksanakan ini akan menghasilkan hal-hal yang positif bagi kemajuan industri pertahanan Indonesia pada khususnya dan kemajuan bangsa dan negara pada umumnya.

“Pemilihan tema kali ini adalah Penguatan Industri Pertahanan, Capaian dan Peta Jalan tersebut saya nilai tepat untuk mengetahui sampai sejauh mana pencapaian industri pertahanan Indonesia” jelas Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja.

Lebih lanjut Sekjen menyampaikan bahwa berbagai dimensi ancaman yang mengemuka saat ini menyebabkan pertahanan dan keamanan negara menjadi sangat kompleks. Diperlukan kemampuan serta kebijakan yang tepat dan selalu mengedepankan integritas serta kepentingan negara di atas segala-galanya untuk menangkal segala bentuk ancaman. Salah satunya adalah program membangun industri pertahanan dalam negeri yang kuat, mandiri dan berdaya saing.

Perlu disadari bahwa dalam usaha untuk memajukan industri pertahanan tersebut kita menghadapi tantangan yang sangat kompleks baik berupa persaingan ketat antar negara dalam merebut pangsa pasar maupun kemampuan dan daya saing. Untuk itu diperlukan strategi yang jitu serta kerjasama yang erat diantara ketiga pilar industri pertahanan yaitu pemerintah, pengguna dan industri pertahanan.

Sekjen juga mengingatkan hal yang terpenting adalah keberpihakan kita bersama pada penggunaan produksi dalam negeri. Hal ini merupakan bagian dari strategi yang tepat untuk memberikan kesempatan dan akumulasi pengalaman kepada industri dalam negeri khususnya bagi pelaku industri untuk dapat melakukan produksi serta pengembangan produk baik Alutsista maupun non Alutsista.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan masukan yang inovatif serta menguatkan komitmen kita bersama dalam membangun kemandirian industri pertahanan”ucap Sekjen diakhir sambutannya. (Rdk)


KOMENTAR