Anies Tunda Formula E, Anggota DPRD DKI: Batalkan Saja, Tarik Kembali Komitmen Fee

  • Whatsapp
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, meminta Gubernur Anies Baswedan untuk membatalkan agenda Formula E. Foto: SINDOnews/Dokv

JurnalPatroliNews, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menunda kembali penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E di tahun 2021. Alasannya, situasi pandemi Covid-19 di Ibu Kota masih belum terkendali.

Sebelumnya, Pemprov DKI sudah membayar anggaran Formula E dalam bentuk uang commitment fee sebesar Rp560 miliar. Pada APBD 2019, Pemprov DKI membayar sebesar Rp360 miliar, sementara pada APBD 2020 juga telah dibayarkan sebesar Rp200 miliar untuk pagelaran Formula E tahun 2021. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait acara tersebut.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dan Kepala Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, meminta kepada Gubernur Anies Baswedan untuk membatalkan gelaran Formula E di Jakarta.

“Agenda Formula E yang rencananya diadakan di Jakarta dibatalkan sajalah, karena Pandemi Covid-19 belum berakhir hingga saat ini, acara tersebut juga tidak ada urgensinya sama sekali. Jadi tak perlu lah Pak Anies membuat acara Formula E ini,”kata Kenneth dalam keterangannya, Minggu (24/1/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Kent itu, alangkah baiknya commitment fee sebesar Rp560 miliar untuk Formula E ditarik kembali dan difokuskan untuk pemulihan ekonomi warga DKI Jakarta akibat dampak Pandemi Covid-19.

“Tarik saja commitment fee untuk Formula E. Dana itu besar sekali, bisa untuk membantu warga di tengah Pandemi Covid-19. Jangan hanya menunda acara tersebut, tapi batalkan dan tarik semua uangnya!. Seperti kita ketahui saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah defisit anggaran,” tegas Kent.

Kent pun meminta kepada orang nomor satu di Jakarta itu, harus bisa menjelaskan kepada warga DKI Jakarta terkait dengan commitment fee untuk Formula E yang dananya sangat fantastis itu.

“Yang dipakai untuk membayar commitment fee itu uang rakyat, jadi satu sen pun harus ada pertanggung jawabannya ke rakyat. Pak Anies harus bisa memberikan penjelasan sedetil-detilnya kepada rakyat, agar tidak ada salah paham dikemudian hari,” tegas Kent.

Oleh karena itu, Kent kembali menegaskan, Gubernur Anies Baswedan jangan keukeuh tetap menggelar acara ajang balap perwakilan sejumlah negara di Jakarta itu.

“Jadi Pak Anies jangan terlalu ngotot untuk membuat acara ini, kita tidak tahu sampai kapan pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir,” tuturnya.

Selain itu, sambung Kent, pemulihan kondisi perekonomian maupun sosial pascapandemi membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dan hal itu akan menjadi hambatan bagi pelaksanaan Formula E di Jakarta.

“Dampak sosial-ekonomi Covid-19 ini tidak hanya sampai tahun 2021, tetapi mulai tahun 2023 akan baru bisa pulih perekonomian kita. Saya yakin Formula E tidak akan tercapai sampai tahun-tahun berikutnya. Warga pun tak akan mampu membeli tiket ajang balap itu, karena memang perekonomian sedang sulit,” tuturnya.

Kent menilai ajang Formula E tidak akan menyedot para turis mancanegara untuk melihat pagelaran balap Formula E tersebut, dikarenakan negara-negara luar negeri pun perekonomiannya sedang terpuruk di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Jadi jangan berkhayal jika acara tersebut akan menyedot semua turis asing untuk menonton, dan mendapatkan profit yang besar,” pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya Gubernur Anies Baswedan memutuskan untuk menunda kembali penyelenggaraan mobil listrik Formula E di tahun 2021, dikarenakan pandemi Covid-19 di Ibu Kota masih belum terkendali.

Keputusan Anies itu turut disetujui oleh Formula E Operations (FEO) selaku promotor dan pemegang lisensi ABB FIA Formula E Championship.

Corporate Communications Manager PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Melisa Sjach, memastikan penundaan itu tidak mengakibatkan dana commitment fee raib.

Formula E seyogianya dijadwalkan digelar di Jakarta pada 6 Juni 2020. Bahkan, perlombaan itu direncanakan bakal dilaksanakan lima tahun berturut-turut dari 2020 sampai 2024.

Rute balapan olahraga otomotif tersebut akan melintasi area di dalam kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Lintasan balap akan sepanjang 2,6 kilometer.

Rutenya melalui Jalan Medan Merdeka Selatan (dari arah Gambir menuju Patung Arjuna Wiwaha, belok kanan ke Jalan Silang Monas Barat Daya, masuk ke kawasan Monas, belok kiri ke sisi barat, lalu putar balik, belok kiri ke sisi selatan, keluar kawasan Monas melalui Jalan Silang Monas Tenggara, lalu kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Nantinya, batu alam di dalam Monas akan dilapisi aspal sebagai lintasan balap. Pengaspalan ini guna menyesuaikan standar lintasan balap sesuai yang diatur oleh Federation Internationale de Automobile (FIA) atau Federasi Otomotif Internasional.

(sdn)

Pos terkait