Antisipasi Covid-19 Klaster Pilkada, Kapolri Keluarkan 6 Instruksi

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Jakarta : Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Awi Setiyono mengatakan menjelang pelaksanaan Pilkada serentak ini, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis telah keluarkan enam instruksi antisipasi Covid-19 pada klaster Pilkada.

“Bapak Kapolri (Idham Azis) melalui bapak Kabaharkam Polri (Komjen Pol Agus Andrianto) telah mengeluarkan surat telegram Nomor ST/2607/IX/OPS.2./2020 tertanggal 7 September 2020,” kata Awi dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Bacaan Lainnya

“Di sana beliau memerintahkan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas dan para Kapolda sebagai Kaopsda, kemudian Kapolres sebagai Kaopres memerintahkan agar melakukan sinergi koordinasi dan kolaborasi dengan KPU, Bawaslu, TNI, kemudian stakeholders pilkada lainnya untuk mengupayakan pilkada bisa berjalan dengan aman, lancar, sejuk terutama aan dari Covid-19,” jelas Awi.

Kedua, Kapolri memerintahkan kepada semua pihak untuk mempelajari dan memahami peraturan perundang-undangan yang ada terkait dengan pilkada serentak. “Tentunya di sana terkait dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur protokol kesehatan,” katanya.

Ketiga, Kapolri memerintahkan untuk melakukan pemetaan terjadinya potensi-potensi kerumunan massa.

“Sehingga lokasi tersebut harus dipastikan sudah dilakukan penyemprotan disinfektan kemudian menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Awi.

Kemudian keempat, Kapolri juga memerintahkan agar dilakukan penggalangan bersama pasangan calon, baik gubernur, bupati, wali kota untuk melakukan deklarasi kesanggupan menaati protokol kesehatan. Kelima, lakukan sosialisasi secara masif protokol kesehatan Covid-19.

“Yang kelima beliau tidak henti-hentinya untuk melakukan sosialisasi secara masif terkait dengan protokol kesehatan,” kata Awi.

Instruksi terakhir yang keenam yakni meningkatkan patroli cyber terkait dengan upaya pencegahan.

”Pengalaman kita pemilu-pemilu yang terdahulu kan banyak sekali hoax, hate speech, black campaign. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini bahwasannya teknologi informasi dijadikan media untuk kampanye,” jelas Awi. (lk/*)

Pos terkait