Berkerumun Saat Takbiran Bentuk Pelanggaran Hukum, Polisi Sebut : Tidak Ada Takbiran Keliling di Masa Pandemi

  • Whatsapp
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi/Net

JurnalPatroliNews – Jakarta,– Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi menegaskan, segala bentuk kerumunan, terutama saat ada agenda malam takbiran menjelang Idulfitri 1442 H merupakan salah satu tindakan pelanggaran hukum.

“Segala bentuk kerumunan dilarang. Rawan dalam kategori kontaminasi Covid-19, artinya merupakan pelanggaran hukum,” kata Hengki di Jakarta, Minggu (9/5/2021).

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak berkerumun saat malam takbiran.

Menurut dia, malam takbiran kerap kali menjadi ajang bagi masyarakat untuk berkumpul.

Kepolisian pun tetap mengutamakan tindakan preventif untuk mencegah masyarakat berkerumun merayakan Idulfitri.

Edukasi

Sebagai bentuk edukasi, Polres Metro Jakarta Pusat pun memasang sejumlah spanduk sebagai bentuk informasi kepada masyarakat.

Sebelumnya, aparat juga menyatakan kesiapannya untuk membubarkan jika ada masyarakat yang nekat mengadakan takbir keliling.

“Tidak ada, tidak ada takbir keliling, yang sifatnya kerumunan. Jadi di fase pandemi ini ada hal yang spesifik, menempatkan orang lain pada situasi yang berbahaya merupakan tindak pidana,” kata Hengki seusai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 di Lapangan Monas Jakarta Pusat, Rabu (5/5/2021).

Hengki menjelaskan segala tindakan yang menimbulkan kerumunan dapat digolongkan sebagai tindak pidana.

Ada pun pelanggar kerumunan di masa pandemi Covid-19 dapat dipidana, sesuai dengan aturan Undang-Undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam pengawasan protokol kesehatan, sebanyak 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat dikerahkan untuk melakukan pengamanan di Jakarta Pusat dalam Operasi Ketupat Jaya 2021.

(*/lk)

Pos terkait