Boeing 737-500 Sudah Di-warning Bermasalah, Dirut Sriwijaya : Kondisi Pesawat Layak Terbang

  • Whatsapp
Foto: Ilustrasi

JurnalPatroliNews – Jakarta, Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Belum genap satu bulan tahun 2021 berjalan, segenap elemen bangsa merasakan duka mendalam atas insiden naas pada Sabtu (9/1/2020).

Kemarin, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 jurusan Jakarta – Pontianak dikabarkan telah kehilangan kontak dengan menara kendali setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kontak terakhir terjadi pada pukul 14:40 WIB. Pesawat jenis Boeing 737-524 itu membawa setidaknya 50 penumpang yang terdiri dari 12 orang kru kabin.

Akun Twitter Flightradar24, disebutkan bahwa ketinggian pesawat Sriwijaya Air tersebut berkurang 10.000 kaki dalam waktu 1 menit. Ini terjadi 4 menit setelah lepas landas.

Manajer Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Haerul Anwar, mengatakan pesawat Sriwijaya Air itu hilang kontak di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

FlightRadar24 mengatakan, pesawat SJ182 yang hilang kontak tersebut merupakan pesawat Boeing 737-500 klasik dengan nomor registrasi PK-CLC (MSN 27323).

Pesawat tersebut pertama kali terbang pada Mei 1994 alias sudah berumur 26 tahun. Namun manajemen Sriwijaya menegaskan kondisi pesawat layak terbang.

“Kondisi pesawat informasi yang diperoleh dalam kondisi sehat sebelumnya terbang PP ke pangkal pinang ini rute kedua ke Pontianak. Dari laporan maintenance juga lancar,” kata Direktur Utama Sriwijaya Air Jeff Jauwena, dalam konferensi pers Sabtu malam.

Menelisik ke belakang, Federal Aviation Administration (FAA), atau otoritas penerbangan sipil AS, ternyata pernah menerbitkan sebuah surat peringatan kepada maskapai di Amerika Serikat (AS) yang mengoperasikan pesawat Boeing 737 NG dan klasik.
Adapun jenis pesawat klasik seri 300 – 500 juga banyak dipergunakan maskapai di Indonesia. Salah satunya, adalah Boeing 737-500 yang merupakan pesawat miilik Sriwijaya Air.

Peringatan untuk tidak mengoperasikan pesawat berlaku bagi pesawat yang memang tidak pernah digunakan selama 7 hari berturut-turut, seperti dikutip melalui Reuters, Minggu (10/1/2020).

Dalam keterangannya, regulator penerbangan Paman Sam itu mengatakan akan ditemukan karat di bagian air valve check dalam mesin pesawat CFM56 Boeing 7373 NG atau klasik. Jika terdapat karat, maka bagian mesin harus diganti.

Peringatan tersebut diterbitkan FAA setelah mendapatkan empat kasus laporan mati mesin yang dialami Boeing 737. Dalam investigasinya, insiden tersebut terjadi karena komponen air check valve di dalam mesin tersangkut dalam kondisi terbuka akibat karat.

Boeing selaku produsen menegaskan telah menyampaikan hal ini kepada seluruh maskapai Boeng 737 yang tersebar di seluruh dunia, mengingat banyak pesawat yang ‘nganggur’ lantaran sepinya penumpang di masa pandemi.

(*/lk)

Pos terkait