Bukan Dilepas, Ngabalin Ungkap Hekal Bawazier Ikut Edhy Prabowo ke AS, tapi Tak Diperiksa

  • Whatsapp

JurnalPatroliNewsJakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohamad Hekal Bawazier juga termasuk dalam rombongan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam lawatannya ke Amerika Serikat (AS). Namun, Hekal disebut tak termasuk dalam 17 orang yang ditangkap KPK bersama Edhy Prabowo.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Rabu (25/11/2020). Ngabalin menyebut dirinya juga termasuk dalam rombongan Edhy, namun tak ikut dimintai keterangan oleh KPK.

“(Tidak dimintai keterangan KPK) ada satu direktur, ada dari Komisi VI bidang BUMN, karena itu kan terkait dengan budidaya kemudian pelabuhan, macam-macam ya. Iya, itu Bang Hekal,” kata Ngabalin.

Menurut Ngabalin, Hekal ikut dalam rombongan karena diajak langsung oleh Menteri Edhy. Pengalaman Hekal di AS disebut bisa bermanfaat dalam lawatan Edhy di negeri Paman Sam.

“Iya, diajak. Kan menteri boleh mengajak, kayak Abang (diajak), dengan harapan, Hekal kan alumni Amerika Serikat, dia punya latar belakang dengan network sebagai seorang punya komunikasi yang luar biasa di luar negeri,” ujarnya.

Untuk diketahui, Komisi VI DPR adalah komisi yang membidangi BUMN, sementara mitra KKP di DPR sendiri adalah Komisi IV. Saat ditanya mengapa Edhy tak mengajak unsur dari Komisi IV, Ngabalin menyebut alasannya terkait komunikasi.

Hekal dan Edhy diketahui sama-sama berasal dari Partai Gerindra. Menurut Ngabalin, Edhy akan lebih nyaman berkomunikasi dengan rekan separtainya.

“Bukan, pertama dia terkait dengan masalah BUMN, dia kan komisi BUMN, bisnis yang harus dikembangkan. Kedua beliau orang Gerindra yang komunikasinya tentu akan lebih baik. Kalau Menteri ajak orang lain nanti apa… Jadi kalau dia mengajak lebih kepada koleganya di DPR itu akan memberikan perspektif yang jauh lebih menguntungkan bagi langkah-langkah kepentingan negara kan,” ungkap Ngabalin.

Sama seperti Ngabalin, Hekal akhirnya ‘dilepas’ dan tidak ikut dimintai keterangan oleh KPK. Hekal juga tidak termasuk dalam daftar orang yang keterangannya dibutuhkan oleh KPK.

“Bukan dilepas, kalau dilepas itu kan pernah ditahan. Tidak perlu dimintai keterangan di KPK, dan tidak termasuk dalam daftar orang yang dibutuhkan mendapatkan informasi lebih lanjut dari KPK,” ujar Ngabalin.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi NasDem Martin Manurung mengaku sempat berkomunikasi dengan Hekal hari ini. Martin menyebut Hekal berada di rumah.

“Saya nggak tahu, tapi siang tadi kami komunikasi via WA untuk koordinasi tugas. Saya tanya, ‘lagi di mana?’. Beliau jawab lagi di rumah. Ya, dijawab ‘di rumah’,” ungkap Martin.

(*/lk)

Pos terkait