Diduga Tidak Sesuai RAB, Baru Sembilan Bulan Dibangun Jalan Cicangkal – Janala, Rumpin Kabupaten Bogor Hancur

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Bogor : Pembangunan peningkatan ruas  Jalan Cicangkal – Janala, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor tahun anggaran 2019 bermasalah, lantaran diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Recana Anggaran Biaya (RAB). Akibatnya dalam hitungan bulan kondisi jalan yang menelan biaya Rp 15 milyar tersebut kini mengalami rusak parah.

Berdasarkan pantauan JurnalPatroliNews di lapangan, terdapat ratusan titiik kerusakan sepanjang jalur badan jalan tersebut. Terpantau kondisi jalan pada setiap jarak puluhan meter saja sudah  terlihat keretakan dan lubang. Dugaan pengerjaan tidak sesuai RAB, diperkuat setelah wartawan menemukan ukuran ketebalan jalan hanya 23 CM. Padahal lazimnya pembangunan jalan beton Kabupaten Bogor dengan standar ketebalan 27 CM.

Bacaan Lainnya

Diketahui berdasarkan data LPSE Kabupaten Bogor, peningkatan jalan Cicangkal – Janala yang melintasi beberapa desa termasuk Desa Sukasari dan Tamansari itu dikerjakan oleh PT. Mulyagiri pada tahun 2019 lalu. Terahir diketahui PT. Mulyagiri tersebut, juga merupakan pemenang tender Mega Proyek Bojong – Kemang (Bomang), Kabupaten Bogor pada tahun 2020 ini.

Salah satu warga Dusun Jampang, Desa Sukasari H. Dedi mengatakan, dirinya sangat menyayangkan pembangunan jalan di kampungnya itu. Karena dikerjakan kontraktor yang menurutnya dikerjakan dengan asal – asalan. “Saya menduga pengerjaan jalan Cicangkal – Janala yang melewati kampung kami ini tidak sesuai dengan spek nya pak. Masa baru dibangun, cuma hitungan bulan saja kondisi jalan sudah rusak parah seperti ini. Padahal dibangun dengan uang rakyat belasan milyar, ” ungkapnya kesal.

Lain lagi dengan ungkapkan Memes salah seorang warga Kampung Cibeureum, Desa Tamansari, dirinya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan orang kontraktor yang mengerjakan pembangunan jalan tersebut. Dia mengaku jalan yang dibangun kontraktor tersebut hanya hitungan dua bulan sudah rusak. Selain itu, dirinya juga menyanyangkan tindakan sejumlah oknum karyawan PT. Mulyagiri yang menipu dirinya.

Memes mengaku, jika usaha warung makannya bangkrut lantaran tidak dibayar sejumlah karyawan PT. Mulyagiri yang saat itu menjadi pelanggan warungnya saat bekerja dikampungnya pada tahun 2019 lalu. “Waktu itu, pas selesai dua bulan jalan ini sudah pada retak bang. Tapi yang membuat saya sangat kesal, warung makan saya bangkrut karena gak dibayar orang proyek sejumlah 8 juta lebih bang,” ujarnya saat ditemui Jurnal Patroli News diwarungnya yang berlokasi dipinggir jalan Cicangkal – Janala, senin siang (21/9/2020), kemarin.  (roni faslah)

Pos terkait