Digadang-gadang Maju Jadi Gubernur Jakarta, Pengamat: Ini Jalan Terjal Yang Harus Dilalui Airin!

Airin Rachmi Diany

JurnalPatroliNews – Jakarta, – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 mendatang, Airin Rachmi Diany, kader Partai Golkar, digadang-gadang, akan maju dalam Pilkada Gubernur DKI Jakarta. Namun, langkah Eks Walikota Tangerang Selatan itu, tidaklah mudah.

Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, menyebut, ada dua 2 jalan terjal yang harus ditempuh Airin.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan hal itu, setelah Airin mendapat dukungan dari Mohamad Taufik, Politikus Partai Gerindra DKI. Airin telah dibawa M Taufik ke keluarga besar Pengurus Cabang NU (PCNU), Jakarta Utara, Minggu (15/5/22) kemarin.

Menurutnya, Jakarta Utara menjadi kunci pemenangan Pilkada DKI. Jokowi dan Anies adalah buktinya. Mereka sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta, setelah ditentengnya ke Jakarta Utara.

“Pak Anies kita mulai dari Jakarta Utara, Pak Jokowi ditenteng dari Jakarta Utara, itu semua jadi, betul tidak? Saya bagian menenteng, Jokowi saya tenteng, pak Anies saya tenteng dan sekarang ibu Airin,” ujarnya.

Sementara, Adi menilai, kemungkinan Airin menang sebagaimana harapan Taufik, itu bisa saja terjadi dalam perpolitikan. Dirinya menekankan, ada 2 jalan terjal yang harus dihadapi Airin, supaya bisa mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pertama adalah, tantangan di internal Partai. Dalam Musyawarah Daerah (Musda), Partai Golkar telah memutuskan, yang diusung maju dalam pencalonan sebagai Gubernur DKI Jakarta 2024 adalah Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar, yang kini menjabat sebagai Bupati Tangerang.

“Di internal Golkar itu sudah mengamanatkan di Musda bahwa Zaki itu sosok yang diminta maju oleh Golkar Daerah menjadi gubernur di DKI Jakarta,” katanya, Senin (16/5/22).

Ia melanjutkan, harus ada Musda luar biasa (Musdalub) Jika Airin benar-benar mau maju untuk mengganti calon yang sudah diusung dalam Pilkada 2024 itu.

“Itu keputusan struktural, artinya kalau ingin memajukan Airin di Jakarta, harus ada musda, entah itu musdalub atau musda selanjutnya, yang kemudian mengganti pencalonan Zaki menjadi pencalonan Airin. Itu pada level internal Partai,” sambungnya.

Pos terkait