Dorong Bumdes, Perusahaan Besar Malas Masuk Desa, KSDI Mencatat : Ada 13.000 Pelosok Belum Terhubung Internet, Solusinya?

  • Whatsapp
Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI), Budiman Sudjatmiko

JurnalPatroliNews-Jakarta – Digitalisasi di Indonesia belum bisa dirasakan oleh semua masyarakat terutama di pedesaan. Terbukti ada sekitar 13.000 daerah pelosok yang belum terhubung dengan sinyal, sehingga tidak bisa mengakses internet.

Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI), Budiman Sudjatmiko menilai alasan utamanya adalah perusahaan besar baik itu BUMN maupun swasta malas masuk ke desa. Sebab kemungkinan desa dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Ada sekitar 13.000 desa masih blank spot. Masalahnya perusahaan besar baik itu BUMN maupun swasta ini agak males masuk desa yang di pelosok karena mungkin dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi,” kata Budiman dalam webinar bertajuk ‘Strategi Hadapi Resesi Ekonomi, Prioritas Dibangun Desa atau Kota?” Minggu (9/8/2020).

Program yang dibuat pemerintah seperti palapa ring saja dinilai belum cukup untuk membuat perusahaan besar mau blusukan ke desa karena pasarnya dianggap tidak menguntungkan.

“Palapa ring itu ibarat jalan tol, tapi jalan keluar-masuk kampungnya di kanan-kiri itu belum terdigitalkan sehingga banyak perusahaan-perusahaan besar malas masuk karena mungkin secara pasar tidak menguntungkan,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya sedang mendorong masing-masing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membuat internet service provider (ISP) secara mandiri. Untuk dananya BUMDes bisa bekerja sama dengan perusahaan teknologi swasta yang mau berinvestasi.

“Jadi orang desa nanti beli pulsa di desa, beli paket datanya di desa, kita lagi dorong itu. Nunggu perusahaan besar masuk sana susah yaudah BUMDes-nya saja kita dorong, kita sambungkan dengan perusahaan-perusahaan internet yang mau peduli dan ayo bikin kolaborasi usaha teknologi yang dimiliki oleh kota yang mau blusukan ke desa,” tuturnya.

Dengan begini, diharapkan 100% desa secara bertahap bisa menerapkan digitalisasi. Head of Consulting, International Contact Partner RSM Indonesia Angela Simatupang yakin hal itu bisa terwujud jika dilakukan dengan tekad yang kuat.

“Ini hanyalah masalah kemauan. Komitmen sudah pasti harus ada karena kalau tidak ada komitmen sebanyak apapun rencana tidak akan jalan. Selain itu, mindset dari masyarakat kita juga perlu dibuat lebih terbuka,” katanya dalam kesempatan yang sama. (lk/*)

Pos terkait