Fadli Zon Kenang Era Soeharto Pidato Presiden Diseleksi Ketat, Minta Penulis Pidato Jokowi Minta Maaf

  • Whatsapp
Fadli Zon (dpr.go.id)

JurnalPatroliNews – Jakarta,–Wakil Ketua Gerindra, Fadli Zon ikut berkomentar soal makanan Bipang Ambawang yang sedang jadi perbincangan usai dipromosikan Presiden Jokowi dalam sebuah video. 

Jokowi awalnya mempromosikan berbagai kuliner khas daerah yang bisa dipesan secara online.

Bacaan Lainnya

Di tengah polemik Bipang, Fadli Zon mengaku teringat dengan ucapan Menteri Sekretaris Negara era Presiden Soeharto, almarhum Moerdiono.

Fadli mengaku, Moerdiono pernah mengatakan bahwa era Presiden Soeharto, pidato Presiden diseleksi dengan ketat. Bahkan Soeharto sendiri ikut mengoreksi naskah pidato yang akan disampaikannya.

Dari pernyataan Moerdiono, Fadli Zon lantas mengaitkannya dengan polemik Bipang Ambawang yang dipromosikan Jokowi. Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu mempertanyakan pembuat teks untuk Jokowi.

“Pak Moerdiono pernah bilang ke saya, di zaman Pak Harto, pidato presiden lewat seleksi ketat, karena ucapan RI 1 harus akurat tepat. Dari staf pembuat pidato, diseleksi dua tahap baru ke Mensesneg, terakhir Pak Harto sendiri ikut koreksi. Nah ini siapa yang siapkan teks? Kasihan dong Presiden,” kicau Fadli Zon di akun Twitter-nya, @fadlizon, Minggu (9/5).

Fadli juga meminta Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman tidak mencari-cari alasan dengan mengalihkan maksud Bipang menjadi kue Jipang yang terbuat dari beras.

Tak cuma itu, Fadli juga meminta agar penulis konsep pidato Jokowi meminta maaf karena telah berbuat keliru.

“Kalau Bipang Ambawang artinya’babi panggang’, sebaiknya minta maaf saja karena yang nulis konsep pidato Pak Jokowi keliru mempromosikan makanan untuk Lebaran. Ini lebih baik ketimbang ngeles mengaburkan bipang dan jipang dari beras. Bilang saja maksud beliau adalah jipang bukan bipang,” katanya.

(askara)

Pos terkait