Fenomena Babi Ngepet di Depok, Kemenag Merespons Begini

  • Whatsapp
Hewan diduga babi ngepet (Dok Viva)

JurnalPatroliNews – Jakarta,– Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menyebut bahwa penemuan babi jadi-jadian, yang belakangan ini menjadi perbincangan publik tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Menurutnya tidak ada makhluk berbentuk babi ngepet. Hal itu hanya menjadi sebuah mitos, karenanya dia meminta masyarakat menghindari adanya fenomena tersebut.

BACA JUGA :

“Sebaiknya masyarakat tidak mudah percaya terhadap hal-hal mistis, asumsi terkait babi ngepet tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, bahkan mitos yang sebaiknya dihindari agar tidak meresahkan dan membuat kegaduhan di masyarakat,” kata Kamaruddin dalam keterangannya, Kamis (29/4).

Dia meminta masyarakat dan umat Islam harus berpikir realistis dan rasional. Sehingga masyarakat dalam bekerja dan mencari rezeki tak menggunakan jalan pintas. Bekerja juga harus sesuai dengan ajaran agama.

“Kalau mau sukses, atau menjadi orang kaya, dan lainnya, jangan menggunakan atau mencari jalan pintas yang bertentangan dengan hukum alam, hukum sosial, karena hasilnya juga pasti gagal dan menimbulkan penyesalan,” jelasnya.

Menurutnya fenomena babi ngepet kerap kali muncul di masyarakat di bulan Ramadan. Sebab, intensitas ritual keagamaan umat di bulan ini sangat tinggi.

“Spiritualitas sangat terasa sehingga hal mistis atau mitos dalam hal tersebut,” nilainya.

Sebelumnya, Warga kampung Bedahan, Sawangan, dihebohkan dengan penangkapan seekor babi. Beberapa warga menduga babi tersebut adalah jelmaan babi ngepet.

Kabar tentang penampakan babi ngepet tersebut dikonfirmasi oleh warga setempat, mengingat sudah ada laporan dari sejak beberapa waktu lalu bahwa ada uang warga yang hilang.

Ketua RW 04 Kelurahan Bedahan Abdul Rosad mengungkap bahwa kemunculan babi ngepet itu bukan baru pertama kali, melainkan telah beberapa kali. Bahkan warga setempat sudah mengincar sosok babi jadi-jadian tu.

“Kejadian ini bukan terjadi sekarang, memang sudah diincar lama. Jadi sebelum bulan puasa, masyarakat suka kehilangan uang,” kata Abdul kepada Askara melalui telepon, Rabu (28/4).

Abdul mengatakan, bahwa beberapa waktu lalu hewan jelmaan itu sudah pernah ditangkap oleh warga Bedahan. Proses penangkapan babi itu dilakukan dengan tidak menggunakan pakaian.

Babi ngepet ini pernah dicoba untuk ditangkap sewaktu masih dalam wujud manusia. Namun, saat ditangkap, orang yang diduga babi ngepet ini kabur dengan memakai jubah hitam.

“Pernah dulu ketangkep tapi tidak menggunakan baju. Setelah beberapa hari kemudian, balik lagi lah itu bagong. Ketahuan warga diuber-uber,” ceritanya.

(askara)

Pos terkait