Heran Merasa Di -bully Terkait Ucapannya Sampai Dibawa Talk Show, Megawati Tanggapi Viral soal Milenial

  • Whatsapp
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri

JurnalPatroliNews – Jakarta,– Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri heran karena merasa dirisak atau di-bully terkait ucapannya yang mempertanyakan sumbangsih milenial terhadap negara. Menurutnya, sindiran tersebut memang menggambarkan kondisi terkini di Indonesia.

Ucapan Megawati itu berujung viral di media sosial. Tak sedikit warganet yang menyindir balik putri proklamator Bung Karno itu. Terkait ucapannya tersebut, Mega merasa tak ada yang salah dengan ucapannya.

Bacaan Lainnya

“Kalau saya ngomong gini, saya tuh suka mikir, ngapain saya di-bully? Benar kok. Kan, saya nanya, milenial itu baktinya sama negeri, bukan pada orang per orangnya,” kata Megawati saat menyampaikan pidato dalam rapat koordinasi PDIP secara virtual, Sabtu (31/10).

“Saya tahu banyak anak muda berhasil, tapi kan jadi pengusaha. Yang saya maksud, berapa yang kamu tolong untuk rakyat?” tuturnya melanjutkan.

Menurut Mega, ucapannya tersebut juga sampai dibahas dalam sejumlah talk show di beberapa stasiun televisi. Ia mengaku kaget ucapannya bisa memantik perdebatan yang cukup panjang.

“Aku sampai mikir, keren ya gue. Kerenlah, sampai dibawa talk show-talk show. Beneran opo toh yo. Kan, itu harusnya rakyat Indonesia memang digembleng, untuk apa? Punya fighting spirit. Tahu arahnya ke mana, untuk memajukan bangsa ini,” ujar Mega.

Sebelumnya, saat acara peresmian kantor DPP PDIP secara virtual pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Megawati sempat menyinggung soal sumbangsih generasi milenial bagi bangsa. Dalam kesempatan itu, Mega turut menyinggung aksi demonstrasi yang justru berujung pada perusakan sejumlah fasilitas umum.

“Apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja? Nanti saja di-bully, saya enggak peduli,” kata Megawati saat itu.

“Yang mau demo-demo, ngapain sih kamu demo-demo? Kalau enggak cocok pergi ke DPR, di sana ada yang namanya rapat dengar pendapat, itu terbuka bagi aspirasi kalian,” tambahnya.

Pernyataan Megawati itu menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk mahasiswa dan pelajar. Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Fajar Adi Nugroho (22) menyayangkan sikap para elite partai dan pemerintahan yang sering kali meremehkan gerakan anak muda.

Menurutnya, demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja merupakan sumbangsih nyata kelompok muda dan juga masyarakat Indonesia. Dia menilai mereka turun ke jalan demi memperjuangkan hak rakyat.

(*/luk)

Pos terkait