Iran Diduga Dibalik Ledakan Kapal Cargo Milik Israel di Teluk Oman

  • Whatsapp
Sebuah kapal tanker minyak terlihat setelah diserang di Teluk Oman, 13 Juni 2019, (Foto : Reuters)

Jurnalpatrolinews – Dubai : Sebuah perusahaan intelijen internasional menunjuk ke Iran sebagai kemungkinan berada di balik ledakan yang menghantam kapal kargo milik Israel yang berlayar keluar dari Timur Tengah pada hari Jumat, ledakan yang tidak dapat dijelaskan memperbarui kekhawatiran tentang keamanan kapal di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Awak dan kapalnya aman, menurut Operasi Perdagangan Maritim Inggris, yang dijalankan oleh angkatan laut Inggris. Ledakan tersebut memaksa kapal untuk menuju ke pelabuhan terdekat.

Bacaan Lainnya

Lokasi ledakan, Teluk Oman, menyaksikan serangkaian ledakan pada 2019 yang oleh Angkatan Laut AS disalahkan atas Iran dengan latar belakang ancaman yang meningkat tajam antara mantan Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin Iran. Teheran membantah tuduhan itu, yang muncul di tengah ketegangan yang meningkat atas kesepakatan nuklir 2015 Teheran yang compang-camping dengan kekuatan dunia.

Dryad Global, sebuah perusahaan intelijen maritim, mengidentifikasi kapal itu sebagai MV Helios Ray, kapal kargo kendaraan roll-on berbendera Bahaman.

Data pelacakan satelit dari situs MarineTraffic.com menunjukkan Helios Ray hampir memasuki Laut Arab sekitar pukul 0600 GMT Jumat sebelum tiba-tiba berbalik dan mulai menuju kembali ke Selat Hormuz. Itu masih mencantumkan Singapura sebagai tujuan di pelacaknya.

Database kapal Perserikatan Bangsa-Bangsa mengidentifikasi pemilik kapal sebagai perusahaan yang berbasis di Tel Aviv bernama Ray Shipping Ltd. Panggilan untuk Ray Shipping berdering tidak dijawab pada hari Jumat.

Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Bahrain “menyadari dan memantau” situasinya, Cmdr. Rebecca Rebarich mengatakan kepada The Associated Press. Dia menolak untuk segera berkomentar lebih lanjut.

Sementara keadaan ledakan masih belum jelas, Dryad Global mengatakan sangat mungkin ledakan itu berasal dari “aktivitas asimetris oleh militer Iran.”

Saat Iran berusaha menekan Amerika Serikat untuk mencabut sanksi dan kembali ke perjanjian atom 2015, negara itu mungkin berusaha “untuk melakukan diplomasi yang kuat melalui cara-cara militer,” kata laporan Dryad.

Iran tidak segera mengakui insiden tersebut.  (***/. dd – arbwkly)

Pos terkait