Isu Gibran Capres Terlalu Berlebihan, LIMA : Paling Banter Dipromosikan ke DKI

  • Whatsapp
Walikota Solo Gibran Rakabuming/Net

JurnalPatroliNews – Jakarta, Jika pilkada serentak tidak digelar pada 2022 dan 2023, maka hampir bisa dipastikan kandidat Gubernur potensial yang akan maju Pilpres 2024 terkunci.

Beberapa nama kepala daerah yang masa jabatannya akan berakhir pada 2022 dan 2023 akan terdampak pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak 2024.

Bacaan Lainnya

Sebut saja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Terlebih, nama-nama itu kerap disebut berpeluang untuk menjadi calon presiden pada 2024 mendatang.

Terkait dengan hal itu, ada yang menganggap digelarnnya Pilkada pada 2024 untuk memuluskan jalan putra sulung Presiden Joko Widodo Gibran Raka Buming Raka maju sebagai Calon Presiden. Namun analis politik Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti anggapan ini terlalu berlebihan.

“Masih jauh ke Gibran. Paling banter dipromosikan ke DKI. Tapi itupun, saya kurang yakin,” kata Ray kepada rekan media, Jumat (12/2).

Untuk dicalonkan di DKI Jakarta saja, kata Ray, peluang Gibran kecil lantaran banyak kader-kader PDI Perjuangan lainya seperti Tri Rismaharini.

“Kalau dari bupati langsung ke presiden itu, terlalu jauh. Lebih dari itu, kinerja Gibran juga belum terlihat. Pencalonannya di pilkada Solo saja telah begitu banyak mendapat kritikan luas publik,” pungkas Ray.

(*/lk)

Pos terkait