Jadi Percontohan, Kapolda Metro Jaya Resmikan Gerakan Kampung Tangguh di Tangsel

  • Whatsapp
Kapolda Metro Jaya Resmikan Gerakan Kampung Tangguh di Tangsel

JurnalPatroliNews – Tangerang Selatan – Kampung Tangguh atau Kampung Jawara di wilayah Marga Jaya, Serpong Utara yang didirikan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tangerang Selatan, diresmikan oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sujana.

“Kami disini kebetulan untuk Kampung Jawara Tangerang Selatan merupakan salah satu percontohan, kampung yang ditunjuk oleh Mabes Polri untuk mewakili Polda yang lain sebagai percontohan,” katanya usai meresmikan Kampung Jawara di wilayah Marga Jaya, Serpong Utara, Kamis 9 Juli 2020.

Bacaan Lainnya

Menurut Nana, Kampung Tangguh ini juga untuk membuat lingkungan dikampung tersebut mulai dari kebiasaan ataupun budaya menjadikan masyarakat lebih tangguh.

“Seperti tangguh dalam melawan Pandemi Corona atau Covid-19 saat ini, itu sangat jelas kita tujuannya adalah menjadikan zona merah menjadi oranye, oranye menjadi kuning, kuning menjadi hijau dan sudah hijau kita akan pertahankan,” ujarnya.

Selain dalam upaya terkait dalam percepatan penanganan Covid-19 kata Nana, sampai saat ini belum ditemukan vaksin, maka dari itu pihaknya terus berinovasi dan harus memaksimalkan.

“Saya rasa ini adalah solusi dimana masyarakat dengan Kampung Jawara ini diharapkan bahwa di setiap kampung ada struktur organisasinya. Nanti ketuanya itu ada pak Lurah, kemudian wakilnya adalah babinsa dengan Babinkamtibmas, kemudian disitu akan ada seksi-seksi,” ungkapnya.

Ada sekitar enam seksi di tiap Kampung Jawara, lanjut Nana, seperti seksi kesehatan, seksi ekonomi, seksi keamanan, seksi edukasi, seksi demokrasi. Ini bertujuan dari masyarakat untuk memasyarakat.

“Intinya bagaimana masyarakat itu jadi masyarakat yang sehat, Masyarakat yang tangguh, dan ampuh mencegah jangan sampai kampung tersebut kemudian terkena wabah atau Pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Untuk indikator terpilihnya Marga Jaya menjadi Kampung Jawara alias Kampung Tangguh, tambah Nana, masyarakat di kampung tersebut  mempunyai rasa kebersamaan, kampungnya bersih, masyarakat gotong royongnya kuat dan kebersamaan kuat.

“Di sini juga sudah beberapa bulan tidak ada kasus positif Covid-19, pintu masuk ke kampung ini tadinya ada beberapa, tetapi dibuat satu pintu agar mencegah penyebaran Covid-19,” demikian Nana.

(lk/*)

Pos terkait