Kadispar Bali Sudah Siapkan Konsep Untuk Travel Corridor Bali-China

  • Whatsapp
Wisatawan mancanegara memadati Pura Uluwatu untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak. (Foto : Kompas)

JurnalPatroliNews – Denpasar : Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengaku sudah mempersiapkan konsep terkait pelaksanaan program Free Covid Corridor atau travel corridor antara Bali dan China.

“Sebab untuk open border untuk internasional itu kan ada di pusat. Menteri Luar Negeri atau Presiden dalam hal ini. Kita hanya mempersiapkan konsep dan tempat-tempat kita supaya wisatawan yang ke sini merasa aman,” kata Putu Astawa saat dihubungi Kompas.com, Senin (01/03).

Bacaan Lainnya

Ia melanjutkan, sejauh ini konsep yang sedang dirancang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dalam hal ini Dinas Pariwisata adalah soal syarat wisatawan.

Wisatawan mancanegara (wisman) yang diizinkan masuk melalui program travel corridor ini hanya mereka yang sudah menuntaskan seluruh tahap vaksinasi Covid-19.

“Iya khusus yang sudah divaksin saja. Jadi kita harapkan supaya betul-betul sehat ke Bali itu,” terang Putu.

Selain wajib menuntaskan vaksin lebih dulu, wisman juga akan diharuskan membawa surat keterangan negatif Covid-19. Tes Covid-19 tersebut sebelumnya sudah mereka lakukan di negara asalnya, dalam hal ini China.

Kemudian, wisman akan diminta untuk melakukan tes Covid-19 lagi ketika sampai di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Jika terbukti negatif, barulah wisman diizinkan menempati hotel-hotel tertentu yang sudah berada dalam travel corridor tersebut.

Wisman nantinya baru akan diizinkan berwisata di Bali saja, di kawasan yang sudah ditentukan sebelumnya, jika dianggap telah memenuhi segala persyaratan.

“Konsep kita seperti itu. Pastinya akan didalami lagi oleh pihak pusat. Itu kan baru rancangan awal yang kita siapkan. Modelnya seperti itu,” tegas Putu.

Ia sendiri mengaku bahwa Bali selalu sudah siap untuk melaksanakan program travel corridor ini. Pihaknya hanya tinggal menunggu arahan lebih lanjut, termasuk juga kebijakan-kebijakan non-teknis lain yang berada di bawah pengelolaan instansi di luar Dinas Pariwisata.

“Kami setuju adanya travle bubble ini sebagai langkah awal sebelum open border keseluruhan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace menyampaikan rencana program Free Covid Corridor antara Bali dan China.

Hal itu ia sampaikan dalam acara webinar SAKIRA (Saatnya Kita Bicara) yang diselenggarakan Asita (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) dengan tema ‘Kapan Bali Buka Border?’ pada Kamis (25/2).

Nantinya, wisman yang berasal dari China akan bisa mengunjungi Bali dalam program travel corridor tersebut.

“Sasaran wisatawan asing tersebut adalah wisatawan Tiongkok, yang kita ketahui bahwa negara tersebut telah berhasil keluar dari pandemi karena program vaksinasi yang behasil. Jadi kita mendatangkan mereka,” kata Cok Ace.

Hingga kini, belum ada paparan lebih lanjut mengenai kapan pastinya program tersebut siap untuk dilaksanakan.

Sejauh ini, Pemprov Bali masih akan berfokus pada mempersiapkan Bali agar memiliki fasilitas dan persyaratan yang memadai untuk menyambut kembali para wisman tersebut. (* – TiR).-

Pos terkait