Keluarga Mengakui Pelaku Penembakan Pdt. Zanambani Adalah Aparat TNI

  • Whatsapp
Mahasiswa Intan Jaya kota studi Jayapura saat menyatakan sikap terkait situasi di Intan Jaya. (Agus Pabika - SP)

Jurnalpatrolinews – Jayapura : Pihak keluarga korban mengakui pelaku penembakan pendeta Yeremias Zanambani adalah murni aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hal itu disampaikan Rycho Kobogau, salah satu mahasiswa Intan Jaya di Jayapura, sebagaimana pernyataan istri almarhum Pdt. Yeremia Zanambani kepada mahasiswa melalui panggilan telepon dari Intan Jaya guna meluruskan fakta kejadian di lapangan kepada publik.

Bacaan Lainnya

“Keluarga korban mengatakan sebelum meninggal dunia, ia (almarhum) menyebutkan yang menembak dirinya adalah anggota TNI. Jadi kami mau luruskan bahwa yang melakukan penembakan jelas aparat TNI bukan TPNPB,” kata Kobogau saat menggelar jumpa pers di asrama Intan Jaya, Waena, Kota Jayapura, Kamis (24/9/2020).

Ia menambahkan pembunuhan yang dilakukan terjadi di Intan Jaya merupakan bagian dari operasi militer yang sedang dilakukan aparat TNI/Polri.

“Mahasiswa menilai pendropan aparat TNI/Polri yang terjadi besar-besaran di Intan Jaya merupakan hal yang betul-betul melanggar konstitusi, karena diluar prosedur hukum sekalipun itu merupakan kewenangan pemerintah pusat yang harus dilakukan tapi harus melihat kondisi masyarakat itu sendiri,” kata Kobogau.

Katanya, di Hitadipa sendiri ada 3 gereja, 1 SD, 1 SMP dan ada beberapa warga jemaat dari beberapa gereja sedang mengungsi saat ini, sehingga mahasiswa menyatakan sikap kepada pemerintah pusat agar Komnas HAM segera menginvestasi kasus ini.

“Kedua, kami minta pemerintah Indonesia segera mengijinkan media asing untuk masuk ke Papua untuk melihat situasi yang terjadi di Intan Jaya, maupun Timika, Pegunungan Bintang dan Ndugama,” tegasnya.

Mahasiswa juga meminta kepada pemerintah Indonesia segera menarik seluruh pasukan militer baik organik maupun non organik yang di kirim ke Intan Jaya secara terang-terangan dan yang di kirim secara diam-diam.

“Karena kehadiran mereka (TNI/Polri) itu membuat trauma masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw membantah bahwa pelaku penembakan pendeta Zanambani bukan dilakukan oleh anggota TNI, karena belum dilakukannya olah TKP oleh pihak kepolisian.

“Kami minta kepada pihak-pihak yang menuding untuk tidak menyebabkan informasi yang tidak betul, karena belum dilakukan olah TKP guna membuktikan siapa pelaku penembakan itu dilakukan oleh TNI atau KKB,” tuturnya.  (suara papua)

Pos terkait