Kepala Daerah Diminta Tiru Aksi Heroik Soleman dalam Mitigasi Bencana

  • Whatsapp
Soleman Kamenglet (43) warga Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor. Dok: BNPB

JurnalPatroliNews – NTT,– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengapresiasi aksi heroik Soleman Kamenglet (43), yang menyelamatkan warga dari bencana banjir bandang di NTT. 

Kala itu, Soleman dengan sigap mendatangi dan membangunkan sejumlah warga untuk menghindari bencana alam itu.

Bacaan Lainnya

Tak bisa dibayangkan seandainya Soleman tidak menggedor-gedor rumah warga, bisa dipastikan jumlah korban jiwa akan lebih banyak.

Sejatinya, peran warga sangat besar dalam mengatasi bencana alam. Bahkan, 80 persen, Tindakan penyelamatan korban dilakukan oleh warga itu sendiri.

“Jadi budaya gotong royong harus dimasukkan dalam program mitigasi bencana,” kata Doni Monardo dalam kunjungannya di Kabupaten Alor, Kamis (8/4).

Tindakan yang dilakukan Soleman, sejalan dengan yang kerap diingatkan BNPB, terutama para pejabat pemerintah bupati, wali kota, camat dan kepala desa dalam pencegahan bencana.

Tentu kiranya harus aktif mengikuti informasi cuaca oleh BMKG. Jika seandainya daerah terdampak, maka harus memberi info kepada warga.

Misal malam, curah hujan tinggi, rumah di lereng atau kaki bukit sebaiknya mengungsi dulu. Agar bisa menghindari terjadi longsor, pohon tumbang. Bagi yang rumahnya dekat sungai, lembah, sebaiknya mengungsi, mengamankan barang berharga.

“Setiap jam, harus ada piket, siaga, bergantian masyarakat membagi tugas, semacam siskamling bencana. Sehingga ketika ada potensi terjadi banjir bandang, masyarakat bisa mengetahui lebih dini,” pesan Doni.

Data terakhir pada, Rabu (7/4) korban meninggal dunia akibat bencana alam di Alor tercatat 25 jiwa, korban hilang 20 jiwa, korban luka-luka 25 jiwa. Jumlah rumah rusak berat tercatat 179 unit, rumah rusak sedang 181 unit, dan 5 Fasum ikut terdampak pula.

Soleman mengajak warga segera bergegas lari ke arah pegunungan. Menghindari banjir yang naik dengan cepat, hingga dalam waktu singkat sudah setinggi paha orang dewasa. Kurang lebih hampir 1 meter.

Alhasil sebanyak 45 KK yang terdiri atas 85 warga di Kabupaten Alor berhasil selamat dari gelombang banjir kedua yang melanda sekitar 2,5 jam setelahnya, atau sekitar pukul 07.00 WITA.

(askara)

Pos terkait