17 dibaca,  1 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews – RAYSHARD Brooks, 27, tewas di tangan petugas polisi di Atlanta, memicu protes berapi-api terhadap kebrutalan polisi. Kepala polisi Atlanta Erika Shields mengundurkan diri, Sabtu (13/6), beberapa jam setelah Brooks, seorang pria kulit hitam, ditembak mati oleh seorang perwira dalam sebuah pergumulan di luar sebuah restoran cepat saji.

“Selama penangkapan, pelaku laki-laki melawan dan terjadi pergulatan,” kata Biro Investigasi. “Perwira memosisikan taser. Saksi melaporkan selama pergulatan tersangka laki-laki meraih dan merebut taser. Juga telah dilaporkan tersangka ditembak oleh seorang perwira dalam pergumulan atas taser.”

Seorang petugas dirawat karena cedera dan dipulangkan setelah konfrontasi. Brooks meninggal di rumah sakit setelah operasi. Pihak berwenang mengatakan pria yang terbunuh itu merebut taser seorang perwira tetapi melarikan diri ketika dia ditembak.

Sementara para pengunjuk rasa antirasisme, Sabtu, berusaha untuk meningkatkan perhatian dan sorotan pada kematian pria kulit hitam lain, yang ditemukan tergantung di pohon di California.

Perkembangan lain, salah satu dari empat mantan polisi Minneapolis yang didakwa atas kematian George Floyd dibebaskan dengan jaminan US$750.000.

Floyd, seorang pria berkulit hitam, meninggal pada 25 Mei setelah seorang polisi berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit. Kematiannya telah memicu seruan nasional untuk mengawasi reformasi dan protes global. (Al Jazeera/USA Today/MI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *