Kombatan DKI Jakarta Protes Anies Ubah Puluhan nama Jalan; Jangan Bodohi Warga Betawi, Cing!

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kombatan, Budi Mulyawan

JurnalPatroliNews – Jakarta,- Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) wilayah DKI Jakarta memprotes keras kebijakan Gubernur Anies Baswedan mengubah 22 nama jalan dan 10 gedung pertemuan di wilayah Jakarta saat menjelang masa jabatan berakhir 16 Oktober 2022 mendatang.

Kebijakan mengganti puluhan nama jalan di wilayah DKI Jakarta itu pun dilakukan dengan menabrak konstitusi, tanpa melibatkan dan persetujuan DPRD DKI Jakarta. Keputusan mengganti nama itu ditandatangani Anies pada 17 Juni 2022.

Bacaan Lainnya

Isinya terkait Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 565 Tahun 2022 tentang Penetapan Nama Jalan, Gedung, dan Zona dengan Nama Tokoh Betawi dan Jakarta.

“Kebijakan itu mengundang pro dan kontra dan kegaduhan politik di lembaga perwakilan rakyat DKI Jakarta. Patut disayangkan. Jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir tiga bulan lagi. Mestinya Anies sebagai politisi yang mencitrakan kesantunan tidak bermanuver politik yang berdampak citra kurang baik begitu,” tegas Ketua Kombatan Wilayah DKI Jakarta, Bang Munir

Ketua Kombatan DKI Jakarta ini menilai, apabila niatnya mengubah nama jalan-jalan di wilayah Jakarta ini benar-benar sebagai ujud empati terhadap warga Betawi yang merupakan penduduk asli DKI Jakarta, mestinya Anies yang kelahiran Kuningan tidak melakukannya menjelang akhir masa jabatan. 

“Wajar, sebagai warga Jakarta mempertanyakan kenapa Anies baru melakukannya sekarang, saat jabatannya hanya tinggal tiga bulan. Nama-nama yang digunakan juga seperti dipaksakan, tidak semuanya tokoh representasi warga Betawi. Janganlah membodohi warga Betawi, Cing!”, sindir Munir, menyebut “Cing” julukan gaul untuk seorang teman. Dia menyontohkan kenapa dipilihnya nama Jalan Mpok Ati.

Padahal, lanjut dia, jika Anies berdalih untuk menghargai sejarah masyarakat Betawi, kenapa justru tidak memakai nama perempuan yang lebih meninggikan citra warga Betawi seperti seniman biduan legendaris di era Presiden RI pertama Ir Soekarno, yaitu Lilies Suryani. Salah satu lagunya yang populer dan sempat mecuatkan nama Jakarta berjudul “Gang Kelinci”.

Pos terkait