Korea Utara: Kim Jong-un Tangguhkan Rencana “Aksi Militer” Terhadap Korea Selatan

  • Whatsapp
Kim Jong-un dan Moon Jae-in pada tahun 2018

JurnalPatroliNews – Korea Utara menangguhkan rencana “aksi militer” terhadap Korea Selatan, menurut laporan media pemerintah.

Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa pekan terakhir ketika sejumlah kelompok di Korea Selatan menerbangkan selebaran propaganda melewati perbatasan negara.

Bacaan Lainnya

Korea Utara mengancam untuk mengirim pasukan ke zona demiliterisasi (DMZ) di perbatasan Korea.

Namun, pada pertemuan yang dipimpin oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, media pemerintah mengatakan aksi militer diputuskan untuk ditunda.

Komisi Militer Pusat membuat keputusan setelah mempertimbangkan apa yang disebut sebagai “situasi yang sedang terjadi”.

Kakak perempuan Jong-Un, Kim Yo-jong, telah memberi perintah kepada pasukan tentara lebih dari seminggu yang lalu, yang menyatakan mereka akan “secara tegas melakukan tindakan selanjutnya”.

Hal itu direncanakan karena apa yang dikatakan Pyongyang sebagai kegagalan Seoul menghentikan aktivis yang mengirim selebaran anti-rezim Pyongyang melewati perbatasan dengan menggunakan balon.

Mengapa ada peningkatan ketegangan baru-baru ini?

Sejak ketegangan kedua negara mencair tahun 2018, kedua negara itu telah melakukan upaya untuk meningkatkan hubungan dan melakukan dialog.

Tetapi hubungan itu tampaknya memburuk dengan cepat dalam beberapa minggu terakhir.

Korea Utara pada hari Jumat (19/06) meledakkan Kantor Penghubung Antar-Korea, yang didirikan dua tahun lalu untuk memastikan dialog reguler antara kedua negara.

Salah satu penyebab ketegangan yang meningkat adalah karena kelompok-kelompok pembelot Korea Utara, yang kini ada di Korea Selatan, mengirim selebaran ke Korea Utara.

Selebaran itu biasanya dikirim melalui balon.

Selain selebaran, mereka juga mengirimkan USB atau DVD dengan kritik terhadap rezim Pyongyang, serta laporan berita Korea Selatan atau bahkan drama Korea.

Semua itu bertujuan untuk menghancurkan kendali Korea Utara terhadap informasi domestik, dengan harapan warga pada akhirnya akan menggulingkan rezim Pyongyang.

Korea Utara berpendapat selebaran itu melanggar kesepakatan antara kedua negara untuk menghindari konfrontasi.

Sementara, Pemerintah Korea Selatan mengklaim telah mencoba menghentikan kelompok-kelompok yang mengirim selebaran melintasi perbatasan, dengan mengatakan tindakan mereka membuat penduduk di dekat perbatasan dalam bahaya.

Ketegangan meningkat Kim Yo-jong mengancam akan melakukan aksi militer, meski rencana itu tak dijabarkan jelas.

Namun, pertemuan yang dilakukan Kim Jong-un tampaknya menunjukkan deeskalasi.

Pertemuan di Korea Utara itu juga membahas dokumen-dokumen yang menguraikan langkah untuk “lebih lanjut memperkuat upaya pencegah perang negara itu” lapor kantor berita negara KCNA.

Pada awal tahun, Kim Jong-un mengatakan dia mengakhiri penangguhan uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang dilakukan selama dialog dengan AS. (BBC Indonesia)

Pos terkait