Libur Panjang, Satgas Minta Pemda Antisipasi Wisatawan DKI

  • Whatsapp
Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo memprediksi liburan panjang bulan Oktober akan banyak wisatawan dari Jakarta menuju Bandung dan Puncak meski pandemi virus corona belum berakhir.

JurnalPatroliNews – Jakarta, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19Doni Monardo mengatakan wilayah Bandung, Puncak Bogor serta tempat wisata di Banten akan ramai pengunjung dari DKI Jakarta selama libur panjang 28-30 Oktober mendatang.

Mengenai hal itu, Doni meminta pemerintah daerah agar mengantisipasi lonjakan pengunjung di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Prediksi kita keinginan masyarakat tinggi, terutama di sekitar Jawa Barat, Bandung, Puncak dan wilayah sekitar Banten,” katanya melalui siaran langsung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Selasa (21/10).

“Karena penduduk DKI Jakarta jumlah 10 juta. Keinginan mencari sesuatu yang bersifat alam mungkin akan tinggi,” lanjutnya.

Dia mengatakan Kementerian Dalam Negeri bakal mengeluarkan surat edaran berupa instruksi kepada gubernur. Pemerintah daerah bakal diminta mengendalikan tempat wisata di wilayahnya.

“Kementerian Dalam Negeri, mungkin hari ini atau besok akan buat surat edaran ke seluruh gubernur meminta gubernur mengendalikan dan mengelola semua tempat wisata yang menjadi tujuan wisata,” ungkapnya.

Doni mengingatkan selama pandemi Covid-19 tempat wisata harus membatasi pengunjung maksimal 50 persen kapasitas. Ia menyerukan agar hal ini juga jadi perhatian pengelola tempat wisata.

Doni menegaskan bahwa liburan panjang bisa saja membuat kasus corona baru bertambah banyak. Oleh karena itu, dia meminta semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Makanya pak presiden berkali-kali mengatakan kekhawatiran beliau, jangan sampai libur panjang kali ini menambah masalah baru untuk kita,” ungkapnya

Menurutnya, pemerintah sudah mampu mengendalikan kasus corona dalam sebulan ke belakang. Ia mengatakan ini berkaca dari penurunan kasus aktif dan peningkatan kasus sembuh dalam sebulan ini.

Doni pun mewanti-wanti agar keadaan ini tidak kembali kembali memburuk karena peningkatan kasus pasca libur panjang. Menurutnya antisipasi dan ketertiban terhadap protokol kesehatan harus dilakukan secara maksimal.

Doni mengatakan bahwa libur panjang pada Idulfitri lalu tidak membuat kasus corona bertambah signifikan. Hal itu merupakan dampak positif dari pengawasan yang ketat.

Namun, ketika liburan Idul Adha pada akhir Juli, pengawasan dan ketertiban terhadap protokol kesehatan mulai lengah. Kemudian semakin longgar ketika libur panjang di bulan Agustus.

Alhasil, katanya, kasus corona mengalami peningkatan yang signifikan di akhir Agustus dan awal September. Pada kasus di DKI Jakarta, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus diberlakukan kembali.

“Apa yang disampaikan pak gubernur [DKI terkait PSBB] bukan tanpa alasan. Data-data yang dikumpulkan Dinas Kesehatan DKI menunjukkan tren peningkatan kasus positif covid, termasuk juga keterbatasan ruang ICU di sejumlah rumah sakit di Jakarta,” ujarnya.

(cnn)

Pos terkait