Made Lestariana Berkata: Berdayakan Sumber Daya Alam Sikapi Menyusutnya Produksi Air Minum di Buleleng

  • Whatsapp
Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, SE.

JurnalPatroliNews – Buleleng – Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, SE tidak menampik, bahwa produksi air menyusut karena kemarau.

Artinya, Perumda Air Minum Tirta Hita mengalami penyusutan produksi air bersih sebagai dampak musim kemarau.

Bacaan Lainnya

“Pada musim kemarau, perusahaan mengklaim produksi air bersih hingga 30 persen. Hal ini sebagai cermin prosentasi tertinggi yang perusahaan alami,” ujar Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, SE ketika dikonfirmasi disela-sela suasana Umanis Hari Raya Galungan, Kamis siang (17/09).

Terkait upaya memberikan layanan PRIMA kepada masyarakat pelanggan khususnya, perusahaan milik Pemkab Buleleng yang sebelumnya secara nasional dikenal PDAM Buleleng membuat sumur bor.

“Musim kemarau ini memang berpotensi terjadi krisis air bersih. Terlebih lagi, musim kemarau terjadi sejak bulan Mei 2020 lalu hingga kini cukup panjang. Itu artinya, sudah 5 bulan di Gumi Den Bukit, terutama Kota Singaraja tidak diguyur hujan,” imbuhnya.

Karena itu, di balik sukses prestasi yang senantiasa diperoleh, Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng bersama Direksi dan seluruh jajaran perusahaan umum daerah, Made Lestariana yang merupakan tokoh adat di kampung kelahiran, Lingkungan Bakung, Sukasada mengedepankan berdayakan sumber daya alam.

Dari pengamatan “cipta rasa” sepuh wartawan di Buleleng, Bali ini memang urai kata Made Lestariana itu membuka “Lawang” sumber mata air di alam nyata.

Karena itu, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng saat terukir bernama PDAM Buleleng sebagai satu-satunya perusahaan air minum di Pulau Dewata mampu produksi air bersih langsung diminum.

Menyimak keberadaan air air bersih, Dirut Made Lestariana menilai cukup signifikan mencapai 228 liter per detik, sehingga kapasitas produksi air bersih sebanyak 533 liter per detik.

“Sejatinya dengan hitungan 761 liter per detik. Bahkan, ‘over produksi’. Tapi saat nb musim kemarau saat ini, justru jadi kendala,” jelasnya.

Sebagai pemimpin perusahaan milik daerah, oleh Made Lestariana dilakukan usaha peningkatan kapasitas produksi.

Sasarannya? Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana tengah menggarap eksplorasi tiga sumur dalam.

Dengan upaya yang dilakukan itu, Ia berharap ketiga sumur bor itu bisa memberi tambahan produksi air yang cukup tinggi.
Untuk patut diketahui, sumur bor di wilayah Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak baru saja selesai pengerjaannya dengan perkiraan 10 – 15 liter per detik.

Sementara itu, dari keterangan yang dihimpun JurnalPatroliNews, bahwa PDAM Jembrana sebagai kabupaten di ujung barat pulau Bali saat ini diselimuti kondisi musim kemarau cermin penyebab kekeringan di Jembrana.
Karena memang Jembrana mulai dilanda kekeringan.

(TiR).-

Pos terkait