Makna Berkurban; Jamaah Mesjid Qordova Berbagi di Tengah Pandemi

 68 dibaca,  2 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews – Manado,– Perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada 31 Juli 2020 kemarin terasa sangat berbeda.

Pasalnya, umat muslim di seluruh dunia terlebih di Kota Manado harus melewati perayaan hari raya kurban di tengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Hikmah apa yang bisa dipetik dari perayaan Idul Adha di tengah pandemi COVID-19?

Jamaah Mesjid Qordova Malendeng contohnya, dalam melaksanakan Sholat Ied di mesjid menggunakan protokol kesehatan serta berbagi daging kurban dengan saudara-saudara yang membutuhkan.

“Ibadah di tengah pandemi ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita bersama tentang berbagi dalam situasi dan kondisi susah sekalipun,” ungkap Rahmat Kasim selaku Ketua Panitia Kurban Mesjid Qordova Malendeng.

Ditambahkannya, dari momen inilah kita diajarkan kemeriahan adalah bagian dari syiar.

“Tapi yang lebih esensi adalah takwanya. Bahwa bukan daging yang diberikan, bukan ramai-ramai saat nyembelih, tetapi ketakwaan itu yang menjadi tolok ukur berkorban untuk kurban,” jelas Rahmat Kasim.

Adapun dalam proses penyembelian hewan kurban di Mesjid Qordova Malendeng sebanyak 1 ekor sapi yang merupakan bagian dari kelompo jamaah serta 1 ekor sapi bantuan dari CSR Bank SulutGo.

Dari hasil 2 ekor sapi tersebut dibagi menjadi 160 kantong daging kurban dan dibagikan ke seluruh jamaah Mesjid Qordova Malendeng, masyakata non muslim di sekitar mesjid dan beberapa disalurkan ke yayasan Pertuni Kota Manado.

(AnggawiryaMega)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *