MUI Kab. Malang : Anggap Ucapan Lo*te dari Habib RizieqTak Cerminkan Punya Ilmu

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Malang : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang KH. Misno Fadhol Hija menganggap kata–kata lo*te yang keluar dari ceramah Habib Rizieq saat acara Maulid Nabi, bukanlah cerminan mubaligh.

Menurut KH. Fadhol, seorang mubaligh atau pendakwah harusnya mengucapkan kata–kata yang menyejukkan sesuai dengan cerminan agama islam yang membawa kedamaian bagi semua umat.

Bacaan Lainnya

“Kalau yang berkaitan ucapan semestinya, seorang tokoh bahasanya, harus bahasa yang baik. Kalau ada kata lo*te (keluar dari) seorang mubaligh, aduh kok enggak mencerminkan orang yang punya ilmu dan jabatan tinggi,” ujar KH. Fadholi Hija ditemui di acara FGD Optimalisasi Dana Haji dan Kemaslahatan di Malang, pada Sabtu siang (21/11/2020).

Ia menambahkan kata–kata lo*te yang diucapkan Rizieq Shihab dianggapnya kata kasar yang tidak pantas diucapkan. Apalagi yang mengucapkan seorang pendakwah atau pemimpin suatu umat di hadapan para jamaahnya.

Ini kan bahaya, kata-kata lonte itu kan bahasa kasar, di dalam islam perintah agama, kalau mengajak harus yang mauidhotul hasanah (dakwah dengan ucapan yang baik dan bermanfaat bagi orang lain),” tuturnya.

Maka ketika seorang pendakwah ucapan dan ceramahnya hanya berisi dorongan–dorongan yang membawa perpecahan dan ketidaknyamanan ke seluruh orang, maka bisa jadi dipertanyakan keulamaan atau ketokohannya.

“Ya harusnya (ulama, mubaligh, atau pendakwah) dengan ucapan yang bagus, dengan etika moral yang bagus, kalau hanya dorongan–dorongan untuk kepentingan lain, ini enggak membawa kedamaian, enggak membawa ke kenyamanan orang, bahkan bisa merusak persatuan dan kesatuan, ya enggak baik,” tutupnya.

Sebelumnya ceramah Habib Rizieq Shihab dalam peringatan Maulid Nabi pada 14 November 2020 lalu membuat gempar. Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) ini menyebut kata lonte, namun Rizieq Shihab tak menyebut siapa sebutan lonte yang dimaksudnya.

“Ada lonte hina habib. Pusing, pusing. Sampai lo*te ikutan ngomong, iyee… Saya enggak marah. Cuma ada umat ya marah, ngancem mau ngepung lonte. Eh polisi kalang kabut jagain lo*te. Kacau, kacau,” kata Rizieq kala itu.

(*/red)

Pos terkait