15 dibaca,  1 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews-Jakarta,– Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) guna mencari keberadaan narapidana dan buronan Djoko Tjandra. Sejauh ini belum ditemukan dari mana buronan kasus Bank Bali itu masuk. Tetapi, menurutnya, karena Djoko Tjandra tidak masuk red notice maka bisa saja Djoko masuk secara resmi bahkan sambil bersiul.

“Ini dia nih. Kami sampai sekarang sedang membentukan tim dengan Kejaksaan. Jadi kita udah cek semua data permintaan kita baik laut, misal di Batam. Baik udara, Kualanamu, Ngurah Rai dan lain-lain itu enggak ada sama sekali namanya Djoko Tjandra”

“Kemungkinannya pasti ada kala itu benar bahwa itu palsu atau tidak,” ujar Yasonna kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Yasonna mengaku pihaknya tidak tahu lewat pintu mana masuknya Djoko Tjandra karena pintu-pintu Indonesia sangat luas bahkan, ada juga pintu tikus. Karena, orang Indonesia juga ada yang lewat Kalimantan dan perbatasan melalui jalan seperti itu.

“Jadi nanti kita lihat betul betul yang pasti kalau dari segi pelintasan imigrasi sampai sekarang tidak ada,” imbuhnya.

Politikus PDIP ini juga mengklaim bahwa pada saat kasus tersangka kasus suap Komisioner KPU Harun Masiku, dia langsung memerintahkan jajarannya untuk mengecek server dan juga CCTV di perlintasan Indonesia.

“Kemungkinan enggak itu aja, kita tunggu lah,” pinta Yasonna.

Soal pencekalan, Yasonna menjelaskan, menurut interpol sejak 2014, Djoko Tjandra sudah tidak lagi masuk dalam DPO atau red notice. Jadi kalaupun seandainya Djoko Tjandra lewat pintu resmi, dia bisa melewatinya dengan santai bahkan sambil bersiul.

“Ini berandai andai jangan kau kutip nanti seolah benar, seandainya dia masuk dengan benar, dia enggak bisa kami halangi karena tidak masuk dalam red notice. Seandainya ya, kalau dia masuk sambil (Yasonna bersiul) bisa saja karena dia tidak masuk red notice. Tapi ini hebatnya dia enggak ada,” ucapnya.

Terkait kemungkinan Djoko Tjandra berganti nama, Yasonna mengaku belum tahu karena itu. Pihaknya sedang menyelidiki itu.

“Kita enggak tau lah, makanya lagi diteliti. Kan saya minta cek CCTV apa semua. Kita tidak tau bisa saja orang ambil paspor di Bangkok sana kan,” pungkasnya. (lk/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *