Negeri dan Negara ini Milik Rakyat ?

  • Whatsapp

Tidak seharusnya bangsa dan rakyat indonesia hidupnya miskin dan melarat, negeri dan negara ini milik rakyat bukan milik pejabat, bukan milik swasta, bukan milik konglomerat dan bukan milik asing.

Negeri dan negara ini milik rakyat ( syariat sedangkan secara hakikat semua milik Allah )

BACA JUGA :

Bahwa oleh karena itu pertanyaannya adalah : Kekayaan alamnya yang luar biasa itu sampai tidak ke tangan pemiliknya yaitu sampai tidak ke tangan rakyat.

Kalau tidak sampai berarti di situ ada pencurian, perampokan dan penggelapan terhadap kekayaan milik rakyat bangsa indonesia.

Ini satu contoh saja dan kecil padahal masih banyak sekali yang jauh lebih besar dari ini.

Di kabupaten Banyuwangi tambang emas pertahun 8 juta ton. Itu artinya sama dengan 8 miliar kg itu artinya sama dengan 8 triliun gram × Rp 700.000 per gram = 8.000.000.000.000. ( nolnya ada 12. kalu miliar nolnya ada 9, kalu juta nolnya ada 6 ) = 8.000.000.000.000 × Rp 700.000 ( harga per gram ) = Rp 5.600.000.000.000.000.000.- yaitu Rp 5.600.000 triliun.

Pertahun ya..  lima juta enam ratus ribu triliun pertahun. ( tolong koreksi kalau salah hitung jumlah nolnya takut ada yang ngagorolong ) ya ini baru satu padahal ada ratusan bahkan ribuan tempat di seluruh indonesia yang lebih besar dan lebih kecil dari ini.

Yaa…. fantastis sekali dan ini nyata bukan lamunan dan bukan khayalan dan belum lagi biasanya ada ikutan pada seperti uranium yang harganya minta ampun mahalnya dan juga ada ikutan lain selain uranium.

Broo …. rakyat bangsa indonesia kayanya luar biasa maka engga mustinya hidupnya miskin dan melarat. Jangan dihitung ada ratusan atau ribuan tetapi ada 50 saja yang sama maka berarti Rp 5.600.000 triliun  × 50 = Rp 280.000.000 triliun : 280.000.000 ( jumlah penduduk indonesia ) = maka setiap tahun setiap orang indonesia dapat Rp 1 triliun, itu baru dari emas belum dari yang lain-lain lagi.

Lha.. sampai tidak itu ke tangan rakyat sebagai pemiliknya. Kenapa masih banyak rakyat bangsa indonesia yang hidupnya miskin dan melarat.

Setiap orang indonesia harus dibuatkan rekening bank atas namanya masing-masing  dan setiap tahun saldo bertambah Rp 1 triliun dan uang di rekening tidak bisa diambil semua karena tidak ada yang mau bekerja dan tidak mau berdagang.

Uang itu hanya bisa ditarik hanya untuk keperluan :

  1. Biaya Pendidikan.
  2. Biaya Kesehatan.
  3. Biaya Pemukiman/Perumahan termasuk gas, air bersih dan listrik.
  4. Biaya satu kali ke luar negeri untuk ibadah ( untuk yang beragama islam adalah pergi haji dan saudara kita yang beragama di luar islam disesuaikan ) dan satu kali keliling dunia, 10 negara eropa, 10 negara asia, 10 negara afrika, 5 kota di AS, 2 kota di Kanada, 10 negara Amerika Latin dan 5 kota di australia serta 2 kota di selandia baru.

Sedangkan untuk makan dan pakaian serta transportasi dan sebagainya harus cari sendiri ( supaya mau tetap kerja, usaha,  dagang dll selanjutnya  harus produktip tidak konsumtip. Sedangkan negara apabila perlu untuk APBN minta ijin,minta baik-baik kepada rakyat secara jujur dan terus terang perlu berapa untuk satu tahun pengeluaran  gaji ANS, TNI/Polri, dana Pensiun dan Belanja Barang.

Dengan catatan ekspor kita harus lebih besar dari impor kita. Sekalipun sudah berkecukupan kita tetap harus jadi bangsa produktip bukan bangsa konsumtip. Serta selalu senantiasa membantu bangsa dan rakyat di luar negara kita dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa.

Itulah hak rakyat bangsa indonesia.

Apabila tidak diberikan kepada yang berhak berarti di situ ada pencurian dan penggelapan serta pengkhianatan dan pelanggaran terhadap Pancasila dan UUD 45.

 

Oleh  : Yislam Alwini. SH

Forum Tujuan Nasional

Pos terkait