Otoritas Palestina: 2.000 Keluarga Tidak Memiliki Tempat Tinggal Setelah Agresi Israel di Gaza

  • Whatsapp
Foto. almasirah.net

JurnalPatroliNews – Timur Tengah,– Seorang Pejabat Otoritas Palestina mengatakan sekitar 2.000 keluarga dibiarkan tanpa tempat perlindungan di Jalur Gaza yang terisolasi lokasinya sebagai akibat dari agresi terbaru rezim Israel terhadap daerah kantong pesisir pantai.

Naji Sarhan, wakil menteri Tenaga Kerja dan Perumahan di Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers pada hari Kamis (3/06/21), yang dilansir oleh Kantor Berita almasirah.net, bahwa 1.200 unit rumah hancur total selama pemboman Israel di daerah kantong yang terkepung bulan lalu sementara 1.000 lainnya bangunannya  hancur sebagian.

Bacaan Lainnya

Sarhan, memastikan berdasarkan pada perkiraan awal, mengatakan untuk biaya pembangunan kembali unit rumah sekitar $150 juta.

Pejabat Palestina itu mengatakan lembaga pemerintah di Gaza telah mengambil langkah-langkah bantuan mendesak dengan mengucurkan $2.000 kepada pemilik rumah yang hancur total, dan $1.000 untuk mereka yang sebagian bangunannya hancur.

Delegasi Mesir, yang terdiri dari enam Tim insinyur memiliki keahlian khusus, tiba di Jalur Gaza pada hari Rabu (2/06/21) dan melakukan  inspeksi lokasi selama beberapa jam di sejumlah tempat yang dihancurkan oleh serangan udara Israel terbaru.

Mesir sebelumnya telah mengumumkan bantuan keuangan sebesar 500 juta dolar AS untuk mendukung upaya membangun kembali Jalur Gaza menyusul agresi 12 hari Israel di daerah kantong pesisir pantai itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Rabu (2/06/21)  bahwa perperangan oleh rezim Israel melawan pejuang palestina di Jalur Gaza telah menyebabkan sekitar 200.000 warga Palestina di wilayah yang diblokade Tel Aviv dan sekitarnya, dengan “kebutuhan kesehatan yang sangat tidak terduga.”

Tel Aviv meluncurkan kampanye pengeboman terhadap Gaza pada 10 Mei, menyusul pembalasan Palestina terhadap serangan kekerasan terhadap jamaah di Masjid al-Aqsa dan rencana rezim Israel untuk memaksa sejumlah penduduk keluarga Palestina keluar dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur al- Quds.

Tampaknya diakibatkan kelengahan oleh rentetan tembakan roket yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Gaza, Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak pada 21 Mei, yang diterima oleh gerakan perlawanan Palestina dengan mediasi Mesir.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 260 warga Palestina tewas dalam serangan Israel, termasuk 66 anak-anak, 40 wanita dan 16 orang tua sementara 1.948 lainnya terluka.

Sebagai tanggapan, faksi perlawanan Palestina menembakkan lebih dari 4.000 roket dan rudal ke wilayah pendudukan dan telah menewaskan 12 orang penduduk sipil Israel.

 

Pos terkait