Pakar Kesehatan: Kondisi Jakarta Sudah Gawat, IGD dan ICU Penuh, Dokter Kewalahan

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jurnalpatrolinews – Jakarta : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memutuskan untuk kembali menerapkan PSBB total di Ibukota. Rem darurat ini diambil karena perkembangan kasus COVID-19 di Jakarta yang semakin mengerikan.

Terkait dengan keputusan PSBB total yang diberlakukan kembali oleh Anies Baswedan, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga merupakan dokter spesialis paru, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP menyebut PSBB total ini menjadi langkah terbaik untuk menekan penyebaran COVID-19 di Jakarta. Mengingat kondisi Jakarta yang sudah gawat terutama dari sisi fasilitas kesehatan.

BACA JUGA :

“Karena penularannya sudah luar biasa di Jakarta. Kondisi Jakarta sudah gawat. IGD- IGD sudah menumpuk, kondisi ICU sudah penuh. Jakarta kapasitas rumah sakit sudah meningkat tapi kalau jumlah kasus meningkat juga jadi masalah. Sebagian dokter juga sudah mulai exhausted. Jadi memang bagaimana cara mengatasi transmisi lokal harus dicegah bagaimana penularan antar orang harus dicegah, ya salah satu caranya adalah dengan PSBB lagi,” kata Ari kepada VIVA melalui sambungan telepon, Kamis 10 September 2020.

Menurut Ari, dengan adanya pemberlakuan kembali PSBB mulai Senin, 14 September 2020 mendatang bisa membantu menekan jumlah kasus COVID-19 di Jakarta. Mengingat jumlah kasus pasien positif secara total di Jakarta hingga Rabu petang kemarin, 9 September 2020 mencapai 49.837 kasus. Dimana 37.245 pasien dinyatakan sembuh dan 1.347 orang dinyatakan meninggal.

“Artinya kantor WFH kecuali 11 usaha diperbolehkan buka, kemudian restoran ditutup untuk dine in begitu juga dengan mal ditutup, jadi berlaku seperti awal-awal PSBB. Mudah-mudahan bisa menekan angka penularan karena penularannya sudah luar biasa di Jakarta. Kita menekan penyebaran penularan antar orang di Jakarta sehingga diharapkan kasus tersebut berkurang masuk ke rumah sakit,” kata dia.

Ari juga berpesan agar masyarakat untuk kembali mematuhi PSBB total ini. Jika tidak ada kepedulian masyarakat untuk turut andil, masalah corona ini tidak dapat segera selesai.

“Mau gak mau harus dilakukan seperti ini (PSBB total) karena sebagian masyarakat abai. Memang di satu sisi jenuh tapi kini masyarakat harus mengikuti peraturan ini. Sebenarnya dengan penutupan kantor, fasilitas untuk umum memang akan efektif karena tidak ada kegiatan. Prinsip penanganan ini kan kesetiakawanan kalau satu peduli yang satu gak peduli gak akan selesai masalah ini,” kata Ari.

Sebelumnya, Anies menyebut jika langkah PSBB total ini tidak dilakukan segera, kasus positif COVID-19 akan meningkat pesat. Apabila jumlah pasien COVID-19 terus meningkat, maka Jakarta akan kekurangan rumah sakit untuk merawat pasien COVID-19.

“Bila situasi ini berjalan terus tidak ada pengereman maka dari data yang kita miliki itu bisa dibuat proyeksi tanggal 17 September 2020 tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak akan mampu menampung pasien COVID-19,” kata Anies, Rabu 9 September 2020.  (bizlaw)

Pos terkait