Pemerintah Terjunkan 42 Ribu Vaksinator Untuk Edukasi Nakes Dan Masyarakat Yang Ragu Divaksin

  • Whatsapp
Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro/Repro

JurnalPatroliNews – Upaya pemerintah mensukseskan program vaksinasi Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya ialah dengan menerjunkan ribuan vaksinator untuk mengedukasi.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro menerangkan, edukasi yang dilakukan para vaksinator tidak hanya menyasar masyarakat umum, tapi juga tenaga kesehatan (nakes).

Bacaan Lainnya

Sebab ternyata, keragua untuk disuntik vaksin buka hanya meliputi masyarakat secara umum, tapi juga nakes yang menurut banyak survei bisa efektif membantu proses edukasi vaksinasi.

“Pemahaman penuh dari tenaga kesehatan akan program vaksinasi Covid sangat penting, karena berbagai survei memperlihatkan, tenaga kesehatan adalah pihak terpercaya dalam mengedukasi Covid,” ujar Reisa dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (22/1).

Demi memperluas cakupan edukasi di masyarakat, pemerintah melalui Kemenerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), bekerjasama dengan UNICEF mengadakan pelatihan keterampilan komunikasi untuk puluhan ribu vaksinator.

“Untuk mempersiapakan tenaga kesehatan menjadi komunikator yang handal. Sebanyak 42 ribu vaksinator juga menerima pelatihan keterampilan komuniaksi
antar pribadi,” ungkap Reisa.

“Sebelum terjun ke masyarakat, para vaskinator ini berinisiatif untuk mengedukasi sesama tenaga kesehatan terlebih dahulu yang menjadi kelompok pertama dari penerima vaksin,” sambungnya.

Hasilnya, Reisa menyebutkan lebih dari 4.100 vaksinator sudah mulai aktif mengedukasi dan menyampaikan laporan keberhasilannya mengedukasi para nakes.

“Dari hasil dialog dan diskusi mereka melalui sebuah platform teknologi yang dikembangkan Kementerian Kesehatan dan UNICEF bernama Rapid Pro, dilaporkan dari tadinya sekitar dua ribu nakes bersikap ragu-ragu berubah bersedia di vaksinasi,” ungkapnya.

“Lalu, sekitar 67 persen atau 1.400 dilaporkan sangat tertarik dan menyimak pesan-pesan vaksinator yang mengajak mereka berdialog,” demikian Reisa Broto Asmoro menambahkan.

(rmol)

Pos terkait