Senin, 24 Februari 2020 21:55 WIB

KORUPSI

Anak dan Istri Nurhadi Kembali Mangkir Panggilan KPK

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Anak dan Istri Nurhadi Kembali Mangkir Panggilan KPK Foto : KPK RI

JurnalPatroliNews - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan seluruh saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), mangkir alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada hari ini, Senin (24/2/2020).

Para saksi tersebut yakni, Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida; anak Nurhadi, Rizqi Aulia Rahmi; istri Hiendra Soenjoto, Lusi Indriyati; serta dua karyawan swasta Andi Darma dan Ferdy Ardian. Hingga malam ini, KPK tidak memperoleh alasan ketidakhadiran kelima saksi tersebut.

"Penyidik belum memperoleh konfirmasi terkait ketidakhadirannya," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020).

Ali menyoroti ketidakhadiran anak dan istri Nurhadi, pada hari ini. Kata Ali, anak dan istri Nurhadi tercatat sudah dua kali tidak menghadiri panggilan pemeriksaan. KPK berencana melakukan tindakan hukum lain sesuai aturan yang berlaku terhadap para saksi tersebut.

"Ini panggilan yang kedua, otomatis yang berikutnya nanti penyidik akan melakukan tindakan lain sesuai dengan ketentuan di hukum acara," ujarnya.

Ali mengimbau agar Tin Zuraida serta para saksi lainnya kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan. KPK mengancam akan melakukan jemput paksa jika para saksi kembali mangkir pada panggilan pemeriksaan berikutnya.

"Kami tetap berharap agar saksi ini tetap kooperatif ya, kami menunggu tetap kehadiran dari para saksi sebelum penyidik bertindak sesuai dengan hukum acara yang berlaku," tekannya.

Diduga, KPK saat ini sedang menelisik keberadaan Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto lewat anggota keluarganya. Nurhadi, Rezky, dan Hiendra merupakan buronan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Ketiganya hingga kini masih dicari oleh KPK dan Polri.

KPK sendiri telah menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Nurhadi dan Rezky lantas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

[okz]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028