Minggu, 06 Oktober 2019 13:21 WIB

INTERNASIONAL

Arab Saudi Izinkan Pasangan Wisatawan Asing yang Belum Menikah Diperbolehkan Menyewa Hotel

Beno - jurnalpatrolinews
Arab Saudi Izinkan Pasangan Wisatawan Asing yang Belum Menikah Diperbolehkan Menyewa Hotel Foto : Saudi Arabia is looking to soften its image in the eyes of tourists (REUTERS)

JurnalPatroliNews - Pasangan wisatawan asing yang belum menikah kini akan diperbolehkan menyewa kamar hotel di Arab Saudi sebagai bagian dari aturan visa baru yang diumumkan pemerintah Saudi.

Perempuan juga diperbolehkan tinggal sendirian di hotel.

Sebelumnya, pasangan harus memiliki bukti bahwa mereka sudah menikah sebelum menginap di hotel.

Langkah ini diambil oleh pemerintah Saudi untuk menggeliatkan industri pariwisata.

Apa saja perubahan aturannya?

Di masa lalu, pasangan harus menyediakan bukti surat nikah mereka, namun kini aturan ini tidak diwajibkan lagi untuk para turis asing.

"Semua warga negara Arab Saudi diminta untuk menunjukkan kartu identitas atau bukti pernikahan ketika menginap di hotel," tulis Komisi Pariwisata dan Peninggalan Sejarah Saudi dalam keterangan tertulis,

"Ini tidak diperlukan bagi wisatawan asing. Semua perempuan, termasuk perempuan Saudi, bisa menyewa dan tinggal di hotel sendirian, dengan hanya menunjukkan kartu identitas ketika akan menginap."

 

saudiAFP
Para perempuan di Arab Saudi diperbolehkan mengemudi dan bisa membuat SIM tanpa izin dari wali laki-laki.

 

Regulasi visa baru ini menyebut bahwa wisatawan perempuan tidak diwajibkan untuk menutup auratnya namun diharapkan berpakaian dengan pantas.

Alkohol masih tetap tidak diperbolehkan.

Apa dibalik perubahan ini?

Lama dikenal sebagai negara dengan aturan yang sangat ketat, Arab Saudi kini berusaha untuk mengendurkan citranya di mata turis dan investor asing.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman baru-baru ini membuat perubahan substansial di kerajaan yang ultra-konservatif ini.

Itu termasuk menyudahi larangan perempuan saudi untuk mengemudikan kendaraan dan memperbolehkan perempuan bepergian ke luar negeri tanpa izin wali laki-laki.

Namun, perubahan-perubahan ini dibayangi oleh berbagai isu-isu yang sangat kontroversial, termasuk pembunuhan jurnalsi Jamal Khashoggi.

Simon Calder, editor perjalanan senior di The Independent, mengatakan bahwa pelonggaran peraturan visa kemungkinan akan meningkatkan jumlah orang yang bepergian ke kerajaan.

"Penyederhanaan birokrasi untuk memperoleh visa harus mengarah pada peningkatan jumlah pengunjung segera - awalnya, saya bayangkan, dari mereka yang memiliki minat di dunia Arab dan warisannya," katanya yang dilansir BBC.

[bbc]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028