Minggu, 06 Oktober 2019 22:14 WIB

INTERNASIONAL

AS Menghentikan Penerbangan Pesawat Mata-Mata U-2 Setelah Rudal Perisai Iran Memulai Operasi

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
AS Menghentikan Penerbangan Pesawat Mata-Mata U-2 Setelah Rudal Perisai Iran Memulai Operasi Foto : Ist
Jurnalpatrolinews - Teheran,  Wakil Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Qassem Taqizadeh mengatakan bahwa AS telah menghentikan penerbangan pesawat pengintai U-2 di wilayah tersebut karena takut disadap oleh sistem pertahanan udara Iran yang kuat.

"Langkah AS di wilayah tersebut dipantau setiap jam dan misalnya, penerbangan pesawat U-2 AS yang lepas landas dari Siprus dan terbang dua kali ke wilayah itu berhenti setelah Iran membuat dan mengoperasikan sistem pertahanan udara Bavar 373 dan setelah mereka menemukan mengetahui bahwa sistem dapat melacak dan menghancurkan mereka (pesawat U-2), "kata Jenderal Taqizadeh, saat berpidato di Teheran pada hari Sabtu.

Dia menambahkan bahwa Bavar 373 dapat mencegat dan menghancurkan pesawat AS paling canggih di ketinggian 27 km dan jangkauan 200 km.

"Sebagian besar kepentingan AS berada dalam jarak 220 km dari Iran dan jika mereka memukul kami, kepentingan mereka akan diserang," kata Jenderal Taqizadeh.

Iran terus membuat kemajuan dalam membangun sistem pertahanan udara buatan dalam yang berbeda dalam dua dekade terakhir.

Negara itu pada bulan Agustus meluncurkan versi buatan sistem pertahanan rudal S-300 Rusia yang canggih, dijuluki sebagai Bavar (Belief) 373 dengan kemampuan untuk menargetkan rudal balistik.

Bavar 373 diresmikan dalam sebuah upacara yang diikuti oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Amir Hatami.

"Bavar 373 adalah sistem pertahanan rudal indigenisasi yang paling penting yang desain dan manufakturnya dimulai beberapa tahun yang lalu dan dapat melibatkan banyak target di dataran tinggi," kata Jenderal Hatami, berbicara pada upacara itu.

Dia menambahkan bahwa para ahli industri pertahanan Iran telah melalui fase rekayasa terbalik dan merancang dan memproduksi bagian-bagian yang mengandalkan kapasitas domestik.

Sistem pertahanan anti-udara dapat mendeteksi 60 target, mengidentifikasi 13 target dan melibatkan 6 target.

Sistem ini jauh lebih kuat daripada S-300 Rusia dan beberapa fitur-fiturnya dapat dibandingkan dengan S-400.

Bulan lalu, Wakil Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Iran Khatam al-Anbia Jenderal Mohammad Yousefi Khoshqalb menggarisbawahi kemampuan tinggi dari sistem rudal Bavar 373 buatan sendiri, mengatakan bahwa itu bertindak seperti perisai yang kuat terhadap semua ancaman udara.

"Bavar 373 adalah saingan berat untuk kelas sistem ini dan berdiri jauh di atas mereka; itu telah menjadi lompatan yang sangat luas dalam kekuatan pencegahan defensif terhadap ancaman musuh," kata Jenderal Khoshqalb.

"Ini adalah sistem yang dapat bertindak terhadap semua jenis ancaman," tambahnya.

Jenderal Khoshqalb menjelaskan bahwa Bavar 373 mampu menghadapi ancaman di dataran tinggi, daerah yang jauh, rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028