Selasa, 10 September 2019 22:47 WIB

DAERAH

Bayi Seumur 1 Bulan, Terkendala Dana Untuk Perobatan di RS Putri Bidadari

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Bayi Seumur 1 Bulan, Terkendala Dana Untuk Perobatan di RS Putri Bidadari Foto : Susiana Sedang Memangku Bayinya Yang Sedang Sakit, Di RS Putri Bidadari, Di Langkat.

JurnalPatroliNews - Langkat,  Zahra Agustina, bayi berumur 1 bulan ini terkendala dana untuk perobatannya secara intensif dari penyakit yang diidapnya. 

Bayi seumur 1 bulan ini merupakan anak Pasutri (pasangan suami istri) dari Yahya (33) dan istrinya Susiana (32) warga Lingkungan Arah Tunggal Kelurahan Pekan Selesai Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
 
Anak pasangan dari keluarga kurang mampu dengan pekerjaan sang ayah sebagai kuli bangunan, dan ibu sebagai ibu rumah tangga ini, tak mampu membawa anaknya utuk perobatan. 
 
Ditambah lagi, keluarga ini tidak menerima atau tidak menikmati program dari Pemerintah yang dicanangkan Presiden RI Jokowi, seperti tidak menerima kartu KIS dan lainnya.
 
Informasi dirangkum jurnalpatrolinews.co.id, Selasa (10/10/2019), pihak keluarga membawa sang anak pulang kampung keasal kelahiran ibunya, yang berada di Desa Kwala Gebang Kecamatan Gebang, Langkat.
 
Hal itu merupakan anjuran dari orang tua Susiana, yang akhirnya mereka turuti. Apalagi orang tua Susiana sudah mengetahui, sang cucu sudah mengalami sakit seusia 10 hari dari kelahiran.
 
Setelah beberapa hari di Desa Kwala Gebang, wargapun berdatangan melihat sang bayi, dan merekapun menganjurkan agar bayi ini dibawa ke Rumah Sakit.
 
Namun dikarenakan ketiadaan dana, pihak keluarga belum juga dibawa sang bayi untuk berobat.
 
Namun keesokan harinya, setelah dilakukan musyawarah oleh warga setempat yang berada disekitar rumah orangtua Susiana, akhirnya warga sepakat menggalang dana, dan terkumpul dana sekitar Rp1 jutan lebih.
 
Bermodal dari penggalangan dana itulah, akhirnya sang bayi kelahiran 6 Agustus 2019 di Kecamatan tempat tinggal mantan Bupati Langkat H.Ngogesa Sitepu itulah, akhirnya sang bayi dibawa ke RSU Tanjung Pura.
 
Namun lagi -lagi sesampainya di RSUD Tanjung Pura, pihak RS itu tidak sanggub untuk merawat pasien ini, dengan alasan minimnya peralatan di RSUD Tanjung Pura. Namun mereka menganjurkan, agar sang bayi dirujuk ke RS di Medan.
 
Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga berembuk kembali, dan mengatakan, jika dibawa ke Medan, pasti menbutuhkan dana yang lebih besar lagi.
 
"Kita keluarga gak punya dana, kalau dibawa ke Medan, dan kami putuskan untuk dibawa ke RS Putri Bidadari saja, yang berada di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.
 
Gak mungkin kami bawa ke Medan, di RS Putri Bidadari ini aja, kami sudah menghabiskan dana Rp1 jutaan, yang tercatat sebagai  pasien umum," ungkapnya Bustami, yang merupakan warga Kwala Gebang, yang juga keluarga dari  pihak kekuarga Susiana atau pasien.
 
Nanti jika ada uang, barulah kami masukkan keruangan Aicu, sementara biarlah bayi ini dirawat dilantai 5 RS Putri Bidadari, diruangan pasien Umum.
 
Saya berharap, ada perhatian dari Pemerintahan di Langkat atau pihak danatur yang mau menyumbangkan dananya, untuk perobatan sang bayi, yang dikabarkan mengalami trombosit yang menurun dan ada gejala sakit pada saluran usus perut, ungkap Bustami menceritakan kepada jurnalpatrolinews.co.id, pada Selasa sore. (fahlevi)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -